BERANDANEWS – Palopo, Warga digemparkan oleh musibah mengerikan yang menimpa seorang remaja perempuan di bawah umur. Korban ditemukan warga dalam kondisi memprihatinkan dengan wajah berlumuran darah segar usai menjadi korban dugaan penganiayaan sadis.
Kejadian ini mendadak tular dan menyita perhatian publik setelah video rekaman korban beredar luas di media sosial. Dalam rekaman yang memilu hati tersebut, korban menangis histeris sembari merintih kesakitan menahan luka di wajahnya.
Di tengah rasa trauma yang mendalam, korban menyampaikan pengakuan mengejutkan kepada warga. Ia mengaku tak hanya dianiaya secara fisik, tetapi juga diancam akan dibunuh untuk dijadikan tumbal. Warga yang iba langsung mengevakuasi korban ke rumah sakit terdekat demi mendapatkan penanganan medis darurat.
Menanggapi laporan dan kehebohan di masyarakat, Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Palopo bergerak cepat dan berhasil mengamankan seorang remaja laki-laki yang diduga kuat sebagai pelaku.
Kanit PPA Polres Palopo, Ipda Ifhan Febri Yuslan, membenarkan penangkapan terduga pelaku dan menegaskan bahwa proses hukum sudah berjalan.
“Kronologinya sementara kami masih dalam penyelidikan. Terduga pelaku sudah kita amankan di Polres. Saat ini laporannya sudah ada,” ujar Ipda Ifhan Febri Yuslan, Rabu (26/8/2026).
Mengenai motif di balik penganiayaan kejam ini, pihak kepolisian belum memberikan keputusan final. Namun, dugaan awal penyidik mengarah pada aksi perundungan (bullying) yang berujung kekerasan fisik.
Polisi kini tengah mengumpulkan bukti-bukti di lapangan serta menunggu kondisi kesehatan dan psikologis korban membaik sebelum menggalik keterangan resmi. Penyidik juga berjanji akan mendalami pengakuan horor korban mengenai dugaan ancaman pembunuhan dan motif tumbal guna mengungkap tabir kebenaran di balik peristiwa ini.(*)





