
BERANDANEWS – Sidrap, Mahasiswa Program Studi Kedokteran Hewan, Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas) yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) 69 melaksanakan program bertajuk “Peternak Cerdas, Ternak Sehat” di Desa Padangloang, Kecamatan Duapitue, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).
Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan peternak sapi dan unggas mengenai kesehatan ternak, penerapan biosekuriti, serta konsep One Health melalui edukasi secara door to door atau kunjungan langsung ke rumah-rumah peternak.
Sebelum kegiatan berlangsung, mahasiswa terlebih dahulu melakukan koordinasi dan observasi bersama Pemerintah Desa Padangloang untuk mengidentifikasi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Kepala Desa Padangloang, Syamsualam, mengungkapkan bahwa desa tersebut sebelumnya memiliki petugas kesehatan hewan yang juga melayani inseminasi buatan (IB). Namun, sejak petugas tersebut meninggal dunia, hingga kini belum ada pengganti sehingga peternak kesulitan memperoleh layanan kesehatan maupun pendampingan reproduksi ternak.
Melalui kunjungan langsung, mahasiswa berdialog dengan para peternak sekaligus mengamati kondisi kandang, sanitasi, serta sistem pengelolaan limbah peternakan.
Hasil observasi menunjukkan setiap jenis usaha peternakan memiliki tantangan yang berbeda. Peternak sapi, misalnya, banyak mengeluhkan masalah reproduksi, terutama sapi yang sulit bunting akibat minimnya akses terhadap tenaga kesehatan hewan.
“Masalah yang paling sering kami hadapi itu sapi sulit bunting dan tidak ada petugas kesehatan hewan yang bisa kami hubungi ketika ada masalah,” ujar salah seorang peternak.
Di sisi lain, peternak unggas mengaku terbebani oleh tingginya harga pakan yang menyebabkan biaya produksi terus meningkat.
Mahasiswa juga menemukan praktik pengelolaan limbah peternakan yang masih beragam. Sebagian peternak masih membuang feses ternak di sekitar kandang maupun di samping rumah, sementara sebagian lainnya telah mengolahnya menjadi pupuk kompos yang lebih ramah lingkungan.
Berdasarkan kondisi tersebut, mahasiswa memberikan edukasi mengenai pentingnya penerapan biosekuriti, pencegahan penyakit, manajemen kesehatan dan reproduksi ternak, pemberian nutrisi yang tepat, efisiensi penggunaan pakan, hingga pengelolaan limbah yang baik sebagai bagian dari penerapan konsep One Health, yang mengintegrasikan kesehatan hewan, manusia, dan lingkungan.
Sebagai media edukasi, mahasiswa membagikan poster informatif yang disusun menggunakan bahasa sederhana dan ilustrasi yang mudah dipahami masyarakat.
Poster tersebut juga dilengkapi kalender perawatan ternak yang memuat jadwal pemberian vitamin, vaksinasi, obat cacing, tambahan nutrisi, pembersihan kandang, desinfeksi, hingga kegiatan pemeliharaan rutin lainnya. Kalender ini diharapkan dapat menjadi panduan praktis bagi peternak dalam menjaga kesehatan ternak secara berkelanjutan.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, salinan poster beserta kalender perawatan ternak akan diserahkan kepada Pemerintah Desa Padangloang sebagai media edukasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-PK 69 Unhas berharap penerapan biosekuriti semakin meningkat sehingga mampu mendukung terwujudnya peternakan yang lebih sehat, produktif, dan berkelanjutan di Desa Padangloang, Kecamatan Duapitue, Kabupaten Sidenreng Rappang.(*)




