Langkah Bersama Merajut Harmoni: Saat Keberagaman Etnis Menjadi Nadir Kemajuan Makassar

BERANDANEWS — Makassar, Sejak pagi, pelataran Hotel The Rinra, Makassar, dipenuhi ribuan langkah kaki yang bergerak bersama. Di bawah benderangnya mentari pesisir, keluarga besar Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Sulawesi Selatan melangkah berdampingan dengan warga Kota Daeng.

Ajang FunWalk dalam rangka menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini bukan sekadar jalan sehat, melainkan panggung nyata betapa indahnya rajutan inklusivitas di tanah Makassar.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin—yang akrab disapa Appi—hadir langsung di tengah kehangatan massa. Bagi Appi, setiap tawa dan derap langkah masyarakat berbagai etnis pagi itu adalah bukti hidup bahwa Kota Makassar sejak dahulu adalah “rumah besar” yang terbuka bagi siapa saja.

“Kota Makassar sejak dahulu dikenal sebagai kota yang terbuka, tempat bertemu dan bertumbuhnya masyarakat dari berbagai latar belakang suku, agama, budaya, dan etnis. Perbedaan ini bukan sekat, melainkan modal sosial kita untuk merajut persatuan, toleransi, dan gotong royong yang harmonis,” ujar Appi penuh kehangatan.

Jejak Sejarah dan Kontribusi Nyata Warga Tionghoa

Di balik kemeriahan bendera merah putih yang dikibarkan para peserta, Appi menggarisbawahi peran strategis komunitat Tionghoa Indonesia yang terhimpun dalam PSMTI Sulsel. Kehadiran mereka tak hanya menggerakkan roda ekonomi dan bisnis, tetapi juga aktif menyuntikkan energi sosial, pendidikan, serta kebudayaan yang memperkaya identitas Makassar.

Keberadaan PSMTI dinilai sebagai mitra sejajar pemerintah daerah yang terus konsisten merawat nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial, terutama dalam menjaga stabilitas dan kesejahteraan warga kota.

“Kontribusi masyarakat Tionghoa Indonesia merupakan bagian yang tak terpisahkan dari denyut nadi kemajuan Makassar. Pembangunan kota yang inklusif dan berdaya saing mustahil terwujud jika pemerintah bekerja sendiri tanpa kolaborasi dari elemen masyarakat seperti PSMTI,” tegasnya.

Memaknai Kemerdekaan lewat Karya dan Kepedulian

Memasuki usia ke-81 tahun kemerdekaan Indonesia, Appi mengajak masyarakat untuk membebaskan pemaknaan kemerdekaan dari sekadar seremoni rutin tahunan. Makna merdeka yang sejati, menurutnya, tefleksikan dari sejauh mana setiap elemen warga mampu memberi kontribusi nyata, menjaga ketertiban, dan saling merangkul di tengah perbedaan.

Di akhir sambutannya, Wali Kota Makassar ini mengingatkan para peserta untuk memadukan semangat olahraga dengan kepedulian lingkungan. Ia berpesan agar keceriaan FunWalk tetap diiringi dengan kesadaran menjaga kebersihan, ketertiban, serta keselamatan bersama.

Melalui ayunan langkah sederhana di pelataran The Rinra, warga Makassar dan PSMTI Sulsel telah memberikan pesan kuat: keberagaman bukan untuk diperdebatkan, melainkan dirayakan sebagai benteng persatuan bangsa.(*)