Kasus KDRT, Polisi tetapkan FA sebagai Tersangka

48
Kasus KDRT Polisi tetapkan FA sebagai Tersangka

BERANDANEWS – Makassar, Mengusut tuntas kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), Polrestabes Makassar menetapkan FA (44) sebagai tersangka. Hal tersebut diungkap oleh Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Komang Suartana, SH, SIK, MH didampingi oleh Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Budhi Haryanto, SIK, MH saat konferensi pers di Mako Polrestabes Makassar, Kamis (24/2).

“Pada 14 Mei 2021tersangka FA diduga melakukan kekerasan fisik kepada korban SC istri sahnya dengan menggunakan tangan/meninju sebanyak lima kali,” ungkap Kabid Humas.

Selain melakukan pemukulan kepada istrinya, FA juga melakukan pemukulan kepada anak kandungnya.

“Tersangka diduga kembali melakukan kekerasan fisik terhadap anak kandungnya pada Januari 2022 dengan menggunakan benda plastik mainan anak-anak, tersangka memukul anak kandungnya karena emosi anaknya tidak berhenti menangis akibat dicubit oleh kakaknya” ucap Kombes Pol Komang.

Namun baru dilaporkan pada tanggal 27 Januari 2022 berdasarkan laporan polisi nomor : LP/23/I/2022.

Lanjut Kabid Humas mengungkapkan motif FA melakukan penganiayaan karena emosi terhada SC yang tidak mau saat diajak makan bersama oleh FA dan penganiayaan kepada anaknya yang tidak berhenti menagis akibat dicubit kakaknya.

Atas perbuatannya FA disangkakan dengan pasal 44 undang-undang no.23 tahun 2004 tentang PKDRT dengan ancaman 5 tahun atau denda 15 juta rupiah.

Di tempat yang sama Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Budhi Haryanto, SIK, MH menjelaskan istilah terkatung-katung dalam penanganan kasus tersebut itu tidak ada.

“Istilah terkatung-katung itu tidak ada namun karena situasi pandemi yang bersangkutan terkonfirmasi terkena virus covid 19,” ucap Kapolrestabes Makassar.

Adanya isu penyidikan terkendala dikarenakan tersangka memiliki ada orang dalam di mabes polri ditepis oleh Kapolrestabes Makassar.

“Lambatnya proses kasus ini karena tersangka terpapar covid 19,” jelas Kombes Pol Budhi Haryanto.