
BERANDANEWS – Makassar, Realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai di Sulawesi Selatan hingga April 2026 mencapai Rp76,1 miliar atau 20,4 persen dari target sebesar Rp373,4 miliar.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) Martha Octavia, mengatakan target penerimaan tahun ini tersebut terdiri atas bea masuk sebesar Rp192,5 miliar, bea keluar Rp73,7 miliar, dan cukai sebesar Rp107,1 miliar.
Dari total realisasi sampai April tersebut, penerimaan bea masuk menjadi penyumbang terbesar dengan nilai mencapai Rp44,7 miliar atau 23,3 persen dari target.
Sementara penerimaan bea masuk mengalami kontraksi secara tahunan sebesar 54,2 persen dan turun 48,6 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Dan untuk penerimaan bea keluar tercatat sebesar Rp12 miliar atau 16,4 persen dari target.
“Penerimaan sektor ini mengalami penurunan cukup dalam dengan kontraksi 70,2 persen secara tahunan dan turun 44,5 persen dibandingkan bulan sebelumnya,” katanya.
Adapun penerimaan cukai hingga April 2026 mencapai Rp19,2 miliar atau sekitar 18 persen dari target. Penerimaan cukai mengalami penurunan sebesar 20,8 persen secara tahunan dan turun 27,5 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Martha menjelaskan fluktuasi penerimaan kepabeanan dan cukai dipengaruhi dinamika perdagangan internasional, aktivitas ekspor-impor, serta kondisi industri yang menjadi objek pungutan kepabeanan dan cukai di Sulawesi Selatan.
Berdasarkan data DJBC Sulbagsel, tren total penerimaan kepabeanan dan cukai dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan pola yang fluktuatif.
Meski sejumlah sektor mengalami penurunan, DJBC tetap optimistis target penerimaan tahun 2026 dapat terus dikejar melalui penguatan pengawasan dan optimalisasi pelayanan kepabeanan serta cukai di wilayah Sulawesi Selatan.(*)





