
BERANDANEWS – Makassar, Bursa perebutan kursi Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan semakin memanas jelang Musyawarah Daerah (Musda) XI Golkar Sulsel.
Salah satu kandidat kuat, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), mengklaim telah mengantongi dukungan dari 15 pemilik suara untuk bertarung dalam kontestasi tersebut.
Klaim itu disampaikan IAS saat menggelar konsolidasi bersama para Ketua dan Sekretaris DPD II Partai Golkar kabupaten/kota di kediamannya di Jalan Batu Putih, Kelurahan Mangkura, Kecamatan Ujung Pandang, Makassar, Ahad (28/6/2026) sore.
“Totalnya ada 15 pemilik suara yang sudah menyampaikan sikap dan memberikan rekomendasi dukungan,” kata IAS.
Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah petinggi Golkar daerah, di antaranya Ketua DPD II Golkar Bone Andi Fahsar Mahdin Padjalangi, Plt Ketua DPD II Golkar Barru Rahman Pina, Ketua DPD II Golkar Soppeng Andi Kaswadi Razak, Ketua DPD II Golkar Tana Toraja Victor Datuan Batara, serta Ketua DPD II Golkar Toraja Utara Yohanis Bassang.
Mantan Ketua DPD I Golkar Sulsel, Taufan Pawe, juga tampak hadir dalam agenda konsolidasi tersebut. Selain pengurus DPD II, sejumlah organisasi sayap, organisasi pendiri, dan organisasi yang didirikan Partai Golkar turut meramaikan pertemuan.
Mereka terlihat kompak mengenakan rompi kuning bertuliskan nama IAS.
IAS menjelaskan, konsolidasi dilakukan sebagai langkah percepatan menjelang Musda, terlebih setelah dirinya menerima Surat Keputusan (SK) diskresi dari Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.
Menurut mantan Wali Kota Makassar itu, waktu yang tersedia menuju Musda sangat terbatas sehingga ia memilih mengumpulkan para pemilik suara di Makassar dibandingkan harus berkeliling ke seluruh daerah.
“Pertemuan hari ini adalah bagian dari proses konsolidasi yang saya lakukan karena keterbatasan waktu untuk berkeliling ke 24 daerah dan bertemu satu per satu dengan ketua-ketua DPD II,” ujarnya.
Ia menambahkan, meski tidak seluruh pemilik suara hadir, sebagian di antaranya telah menyampaikan dukungan secara langsung.
“Yang hadir tadi ada 12 orang pemilik suara, ditambah unsur ormas, sayap partai hingga organisasi pendiri dan didirikan. Jadi lengkap semua,” katanya.

Sebelumnya, IAS resmi menerima SK diskresi dari Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, di Sekretariat DPP Partai Golkar, Jakarta. Penyerahan dokumen itu dilakukan usai rapat pleno DPP Partai Golkar.
“Setelah pleno DPP, Ketum menyerahkan diskresi kepada Pak IAS,” ujar Sekretaris DPD I Partai Golkar Sulsel, Rahman Pina.
Penyerahan SK tersebut turut disaksikan sejumlah elite DPP Partai Golkar, di antaranya Sekretaris Jenderal Muhammad Sarmuji, Bendahara Umum Sari Yuliati, Wakil Ketua Umum Wihaji, serta politisi senior Golkar Nurdin Halid.
Sementara itu, jadwal pelaksanaan Musda XI Golkar Sulsel hingga kini masih dalam tahap pembahasan. DPP masih menyesuaikan agenda Ketua Umum Bahlil Lahadalia serta kesiapan lokasi pelaksanaan.
Dengan klaim dukungan yang terus bertambah dan restu politik dari DPP melalui SK diskresi, peta persaingan menuju kursi Ketua Golkar Sulsel mulai mengerucut. Namun, dinamika politik internal partai berlambang pohon beringin itu diperkirakan masih akan bergerak hingga hari pelaksanaan Musda ditetapkan.(*)




