Gunung Lakawan diamuk Si Jago Merah, Medan Terjal dan Angin Kencang Persulit Pemadaman Karhutla Enrekang

BERANDANEWS — Enrekang, Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) hebat melalap kawasan lereng Gunung Lakawan, Kelurahan Tanete, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang, Senin (31/8/2026) malam.

Amuk si jago merah yang membakar vegetasi kering mulai terlihat membara sejak pukul 20.00 WITA dan terus meluas ke area sekitarnya.

Kondisi medan yang sangat terjal serta bertebing curam menjadi tantangan berat. Tanpa dukungan armada pemadam besar yang mustahil menembus medan, personel TNI-Polri bersama warga setempat terpaksa berjibaku memadamkan kobaran api secara manual menggunakan alat seadanya.

Bupati Enrekang Turun ke Tinjau Medan Ekstrem

Keseriusan ancaman Karhutla ini memicu tanggap darurat dari pimpinan daerah. Bupati Enrekang, H. Muh. Yusuf Ritangnga, bersama Camat Anggeraja, Kadang Kandari, S.IP., M.Si., merapat langsung ke titik lokasi untuk memantau pergerakan api serta memimpin koordinasi penanganan darurat.

Kehadiran jajaran Pemkab Enrekang difokuskan untuk mengantisipasi agar lidah api tidak makin liar menjangkau area perkebunan produktif serta permukiman warga yang berjarak tak jauh dari kaki gunung.

Bupati Enrekang, H. Muh. Yusuf Ritangnga, bersama Camat Anggeraja, Kadang Kandari, S.IP., M.Si., merapat langsung ke titik lokasi untuk memantau pergerakan api serta memimpin koordinasi penanganan darurat.

Dugaan Penyebab dan Potensi Eskalasi Titik Api

Hingga laporan terbaru dihimpun, vegetasi kering yang rapuh diguyur tiupan angin malam membuat api masih menyala di beberapa titik. Estimasi sementara mencatat luas area yang hangus terbakar telah mencapai ±1 hektare.

Kapolsek Anggeraja bersama jajaran Bhabinkamtibmas Kelurahan Tanete menegaskan proses penyelidikan (pulbaket) guna membongkar dalang atau penyebab pasti munculnya titik api terus berjalan.

“Kombinasi medan terjal, vegetasi yang sangat kering, serta tiupan angin kencang menjadi pemicu utama api cepat menyebar. Kami imbau keras warga untuk tidak melakukan pembakaran lahan atau sampah bentuk apa pun yang memicu bencana lebih luas,” tegas pihak Polsek Anggeraja.

Aparat menginstruksikan warga sekitar untuk tetap bersiaga penuh dan segera melaporkan setiap percikan titik api baru agar bisa dijinakkan secara dini sebelum mengepung pemukiman.(*)