Cara Membedakan Sariawan Biasa dan Gejala Kanker Mulut

Cara Membedakan Sariawan Biasa dan Gejala Kanker Mulut

Jumlah pengidap kanker mulut di Indonesia pada tahun 2012 lalu kira-kira terdapat 5,329 orang yang mesti berhadap dengan penyakit kanker mulut.

Nah, berbicara kanker mulut ini juga berkaitan dengan sariawan. Alasannya simpel, sariawan merupakan salah satu dari gejala kanker mulut yang bisa muncul. Pertanyaannya, bagaimana cara membedakan sariawan dengan kanker mulut?

1. Tidak Sembuh-Sembuh
Sariawan memang membutuhkan waktu untuk sembuh dengan sendirinya. Kira-kira sekitar 2–4 minggu, bergantung dari luka tersebut. Misalnya, luka karena trauma (tergigit, tertusuk benda tajam) bisa membuat peradangan cenderung tak kunjung reda.

Namun, bila tak terjadi hal-hal yang dapat memicu iritasi pada peradangan, kamu perlu waspada. Sebab, hal ini bisa saja pertanda dari suatu penyakit.

Cara membedakan sariawan dengan kanker mulut juga bisa diamati melalui perkembangan dan dampak sariawan. Misalnya, perhatikan apakah sariawan lama-kelamaan bertambah besar atau tidak. Di samping itu, apabila sariawan bertambah sakit, sehingga mengganggu fungsi mengunyah atau bicara, kamu juga mesti waspada.

2. Perhatikan Indikatornya
Cara membedakan sariawan dengan kanker mulut juga bisa dengan memperhatikan bentuknya. Lesi dalam mulut bisa disebut sariawan atau bukan, bila memenuhi lima indikator. Mulai dari berbentuk bulat atau oval, membentuk kawah atau cekungan, diikuti rasa sakit, dasar luka berwarna putih kekuningan, dan pinggiran merah karena peradangan.

Nah, ketika kelima indikator ini tak terpenuhi, sebaiknya tanyakan kepada dokter mengenai kondisi tersebut. Sebab, meski awalnya sariawan yang terbentuk tidak oval atau bulat, lama-kelamaan lukanya akan tetap berbentuk seperti indikator yang disebutkan di atas.

3. Lihat Perubahan Warnanya
Cara membedakan sariawan dengan kanker mulut juga bisa melalui perubahan warnanya. Sariawan atau stomatitis aftosa memiliki ciri pinggiran merah dan dasar luka berwarna putih atau kekuningan. Nah, ketika luka berubah menjadi tak sesuai seperti yang digambarkan, sudah sepatutnya kamu merasa curiga. Apalagi bila pinggirannya tiba-tiba saja mengalami perubahaan. Misalnya, jadi mengeras atau menggulung yang tidak menimbulkan rasa sakit. Di samping itu, sariawan yang berbentuk bintil-bintil juga patut dipertanyakan.

Kesimpulannya, sariawan umumnya akan mereda dan hilang dalam waktu satu atau dua minggu. Namun, bila dirimu mengalami sariawan secara berkali-kali, luka sariawan bertambah sakit (menjadi merah, indikasi infeksi bakteri), dan tak kunjung reda dalam waktu tiga minggu, segeralah kunjungi dokter.

Bukan Cuma Menyoal Sariawan
Sebenarnya gejala kanker mulut enggak cuma ditandai dengan sariawan abnormal yang tak kunjung sembuh. Penyakit yang satu ini bisa menimbulkan sederet gejala pada pengidapnya.

Sayangnya, banyak orang tak menyadari atau menganggap enteng perubahan yang terjadi pada jaringan mulut. Alasannya karena, dianggap sebagai hal yang tak berbahaya.

Lalu, seperti apa sih gejala kanker mulut yang mungkin dialami pengidapnya?

1.Sariawan yang tak kunjung sembuh.
2.Gigi goyang tanpa sebab yang jelas.
3.Timbulnya bercak merah atau putih di dalam mulut.
4.Rasa sakit saat mengunyah atau menelan.
5.Benjolan di dinding dalam mulut yang tak kunjung hilang.
6.Sakit tenggorokan.
7.Adanya perubahan pada suara dan berbicara.
8.Sariawan disertai dengan perdarahan.
9.Rahang terasa sakit atau kaku.
10.Mengalami kesulitan berbicara.

 

 

Sumber: Halodoc