Atensi Kapolri, Ratusan Preman terjaring razia di Makassar

29

BERANDANEWS – Makassar, Ratusan preman diamankan petugas kepolisian saat melakukan razia premanisme di sejumlah titik di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (13/6).

Operasi yang dilakukan petugas gabungan jajaran Polrestabes Makassar menyasar para preman yang berkedok sebagai juru parkir liar, pak ogah dan para pengamen yang kerap mengganggu aktivitas serta kenyamanan warga Kota Makassar.

Ratusan preman yang diamankan dari pantauan di lokasi, dari beberapa wilayah yang dianggap rawan terjadinya aksi premanisme, seperti Jalan Pengayoman, Jalan Boulevard, Jalan Veteran Selatan, Jalan Veteran Utara, Jalan Sultan Alauddin, dan Jalan Hertasning serta Jalan Urip Sumohardjo.

Wakasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKP Sugeng Afriyanto mengatakan, pihaknya melaksanakan operasi premanisme berdasarkan adanya instruksi dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

“Lokasinya di semua jalan protokol dan tempat yang dianggap rawan gangguan keamanan serta gangguan lalu lintas di Kota Makassar. Kami amankan sekitar 100 orang preman,” kata Wakasat Reskrim Polrestabes Makassar saat ditemui di lokasi.

Pada umumnya terang Sugeng para preman ini beraktivitas sebagai tukang parkir liar yang kerap meminta setoran parkir yang tidak sesuai dengan harga normal sehingga mengganggu arus lalu lintas.

“Mereka kerap melakukan parkir liar, pemalakan saat kendaraan warga hendak menyeberang. Kami juga mengamankan tiga orang preman yang sementara pesta miras di pinggir jalan,” ungkapnya.

Operasi ini terang Sugeng bukan hanya untuk premanisme saja. Tapi, untuk seluruh kegiatan yang berpotensi mengganggu kenyamanan dan keamanan warga Kota Makassar.

“Termasuk balapan liar, judi dan tindakan kriminal lainnya. Operasi ini akan terus dilakukan, nanti malam kita akan turun kembali,” bebernya.

Selanjutnya, kata Sugeng seratus orang preman yang telah diamankan ini akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolrestabes Makassar.

“Kita akan periksa secara intensif, terus memanggil orangtua atau RT/RW dan kita akan koordinasi kan dengan pihak Dinas Sosial Kota Makassar,” tuturnya.(RM)