BERANDANEWS — Jakarta, Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) mengancam Pulau Kalimantan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendeteksi kemunculan puluhan titik panas (hotspot) yang membakar lebih dari seribu hektare lahan di Kalimantan Barat (Kalbar) dan Kalimantan Tengah (Kalteng).
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, membeberkan total titik panas di Kalbar mencapai 46 titik, sementara di Kalteng melonjak hingga 72 titik hotspot.
1.267 Hektare Lahan Hangus Terbakar
Akumulasi luas lahan yang hangus dilalap api di kedua provinsi tersebut kini menembus angka 1.267 hektare, dengan rincian:
– Kalimantan Barat: Luas kebakaran 528 hektare (354 hektare berhasil dipadamkan).
– Kalimantan Tengah: Luas kebakaran 739 hektare (459 hektare berhasil dipadamkan).
“Tim gabungan terus berupaya melakukan pemadaman darat dan udara. Luas lahan yang berhasil dipadamkan di Kalbar mencapai 354 hektare dan di Kalteng 459 hektare,” ungkap Berton dalam jumpa pers virtual, Kamis (3/9/2026).
Kualitas Udara Memburuk, Jarak Pandang Lumpuh
Dampak kabut asap pekat akibat Karhutla kini mulai melumpuhkan aktivitas warga dan mengancam kesehatan. BNPB mencatat penurunan kualitas udara serta jarak pandang (visibility) yang sangat signifikan di kedua wilayah:
Kalbar: Kualitas udara masuk kategori BERBAHAYA, dengan jarak pandang sangat terbatas hingga di bawah 1 kilometer.
Kalteng: Kualitas udara masuk kategori TIDAK SEHAT, dengan jarak pandang terkikis hingga 2,8 kilometer.
BNPB terus mengimbau satgas daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan penuh mengingat potensi meluasnya sebaran titik api masih sangat tinggi.(*)





