27 C
Makassar
November 7, 2026, 9:07 am
Beranda NEWS NASIONAL Poster Munaslub Golkar 29 November 2026 Beredar, Nama Ahmad Doli Dicatut sebagai...

Poster Munaslub Golkar 29 November 2026 Beredar, Nama Ahmad Doli Dicatut sebagai Calon Ketum

BERANDANEWS – Jakarta, Isu Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar pada 29 November 2026 mulai menjadi perbincangan setelah beredarnya poster digital yang mengatasnamakan gerakan penyelamatan partai.

Poster tersebut mencantumkan nama Wakil Ketua Umum Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tanjung, sebagai calon ketua umum.

Dalam poster yang beredar, agenda Munaslub disebut akan berlangsung pada Minggu, 29 November 2026, di Hotel Mercure Convention Center, Ancol, Jakarta. Poster itu juga memuat slogan “Selamatkan Partai Golkar dari Gank Solo”.

Beredarnya poster tersebut memunculkan spekulasi mengenai dinamika internal partai berlambang pohon beringin itu, terutama terkait posisi Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia.

Namun, hingga Sabtu (7/11/2026), belum ada konfirmasi mengenai keputusan resmi DPP Partai Golkar untuk menyelenggarakan Munaslub pada tanggal tersebut.

Sekretaris Jenderal Partai Golkar, M. Sarmuji, sebelumnya menanggapi kabar tersebut dengan nada meremehkan. Dalam pemberitaan di Kompas pada 6 November 2026, Sarmuji mengatakan, “Alah, isu opo (isu apa itu).”

Ia juga mengingatkan agar informasi yang tidak jelas sumber dan kebenarannya tidak perlu dihiraukan.

Sarmuji turut membantah spekulasi yang mengaitkan Bahlil dengan dugaan keterlibatan dalam penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, kabar tersebut tidak memiliki sumber yang jelas sehingga tidak dapat dipercaya.

Sementara itu, Ahmad Doli Kurnia Tanjung juga membantah mengetahui asal-usul maupun penyebaran poster Munaslub yang mencantumkan namanya sebagai calon ketua umum.

Dalam keterangannya yang diberitakan pada 6 November 2026, Doli menegaskan bahwa dinamika organisasi harus berjalan berdasarkan aturan partai. Ia mengingatkan bahwa AD/ART, peraturan organisasi, struktur, serta hierarki kewenangan harus menjadi pedoman dalam menjalankan roda organisasi.

Pernyataan Doli menjadi perhatian karena namanya justru dicantumkan dalam poster sebagai figur yang akan maju dalam kontestasi ketua umum apabila Munaslub terlaksana.

Penolakan terhadap spekulasi Munaslub juga disampaikan anggota DPR dari Fraksi Golkar, Ahmad Irawan. Dalam pemberitaan Kompas, ia menyebut kondisi internal Golkar tetap solid dan mengaku tidak mengetahui siapa pembuat maupun penyebar poster tersebut.

Isu Munaslub Muncul di Tengah Spekulasi Internal

Munculnya poster Munaslub tidak terlepas dari berkembangnya sejumlah isu mengenai dinamika internal Partai Golkar. Salah satunya adalah spekulasi terkait dugaan keterlibatan Bahlil dalam kasus penyadapan terhadap Presiden Prabowo.

Nama Bahlil kemudian dikaitkan dengan kemungkinan munculnya gerakan politik untuk mengganti kepemimpinan partai. Meski demikian, tuduhan tersebut belum terbukti dan telah dibantah oleh pihak Golkar.

Di sisi lain, penggunaan slogan “Selamatkan Partai Golkar dari Gank Solo” dalam poster juga memunculkan pertanyaan mengenai kelompok atau pihak yang dimaksud.

Hingga kini, identitas pembuat poster, penggagas gerakan, serta pihak yang berada di belakang rencana tersebut belum terungkap secara terverifikasi.

Belum diketahui pula apakah poster tersebut merupakan bagian dari konsolidasi politik sejumlah kader atau hanya inisiatif pihak tertentu.

Dukungan Daerah dan Mekanisme Munaslub Belum Terungkap

Kepastian mengenai kemungkinan penyelenggaraan Munaslub masih membutuhkan pembuktian lebih lanjut, terutama terkait dukungan pengurus daerah antara lain ketua DPD I dan DPD II Golkar, dukungan pemilik suara, serta mekanisme pengajuan Munaslub sesuai AD/ART dan peraturan organisasi.

Selain itu, belum ada bukti terverifikasi mengenai adanya konsolidasi mayoritas pemilik suara untuk mendorong pergantian kepemimpinan Bahlil Lahadalia.

Dengan demikian, beredarnya poster yang beredar di sosial media belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa Golkar akan menggelar Munaslub.(*)