Sumbang 32 Persen Investasi Sulsel, DPMPTSP Makassar Siapkan Strategi Kejar Target Rp6 Triliun di Akhir Tahun

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Makassar, Mario Said

BERANDANEWS — Makassar, Iklim investasi di Kota Makassar terus menunjukkan performa yang sangat impresif. Kepercayaan para penanam modal, baik dalam maupun luar negeri, untuk menginvestasikan dananya di Kota Daeng terbukti kian menguat.

Hal ini tercermin dari realisasi investasi yang sukses menembus angka Rp5,003 triliun sepanjang periode Januari hingga September 2026.

Capaian melesat ini mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 22,07 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025 lalu yang berada di angka Rp4,10 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Makassar, Mario Said, menegaskan bahwa geliat investasi di Makassar menjadi motor penggerak utama perekonomian Provinsi Sulawesi Selatan.

Dari total realisasi investasi Sulsel yang mencapai Rp15,25 triliun, Kota Makassar menyumbangkan porsi jumbo yakni sebesar 32,80 persen.

“Capaian Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) periode Januari–September 2026 Kota Makassar mencapai Rp5 triliun. Angka ini naik 22,07 persen dibandingkan tahun lalu dan mempertegas posisi Makassar sebagai tujuan utama investasi di kawasan Indonesia Timur,” jelas Mario Said, Selasa (3/11/2026).

PMDN mendominasi, Industri Makanan Melesat 271 Persen

Dari total modal yang masuk, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menjadi penyokong utama dengan kontribusi mencapai Rp4,32 triliun (86,43 persen) atau tumbuh pesat 34,32 persen YoY.

Sementara Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang Rp678,80 miliar (13,57 persen), yang didominasi investor asal Malaysia, Hong Kong, Singapura, dan Tiongkok.

Seluruh aliran modal tersebut tersebar ke dalam 12.343 proyek kegiatan usaha di berbagai sudut Kota Makassar.

Sektor sarana kesehatan menempati posisi puncak penyumbang investasi terbesar mencapai Rp1,41 triliun, disusul sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi (Rp793 miliar), serta perumahan dan perkantoran (Rp751 miliar).

Menariknya, industri makanan dan minuman mencatatkan lonjakan pertumbuhan paling fantastis hingga 271 persen dengan total investasi mencapai Rp507 miliar. Adapun korporasi dengan nilai investasi terbesar dipegang oleh PT Siloam International Hospitals Tbk dengan penanaman modal senilai Rp966 miliar.

DPMPTSP Siapkan Jurus Jitu Kejar Target Rp6 Triliun

Memasuki triwulan IV 2026, DPMPTSP Kota Makassar optimistis mampu mengakselerasi sisa target hingga menembus angka Rp6 triliun pada penutupan tahun.

Mantan Kadishub Kota Makassar tersebut membeberkan sejumlah langkah strategis yang telah disiapkan, antara lain pendampingan masif pelaporan LKPM, pembentukan desk khusus percepatan izin usaha, penuntasan hambatan proyek (debottlenecking) lintas OPD, hingga promosi intensif proyek siap tawar (ready to offer).

“Peningkatan investasi ini tidak sekadar angka statistik, melainkan kunci utama pembukaan lapangan kerja baru, perluasan aktivitas usaha warga, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Makassar secara luas,” pungkas Mario.(*)