BERANDANEWS — Jakarta, Pemerintah terus memperkuat komitmennya dalam menggenjot produktivitas sektor pertanian nasional dari hulu.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) resmi menyiapkan alokasi anggaran fantastis sebesar Rp2,99 triliun untuk menggulirkan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) pada Tahun Anggaran 2027.
Program padat karya berskala masif ini ditargetkan mampu menjangkau 13.296 lokasi di seluruh penjuru Indonesia, mengalami peningkatan signifikan dibanding target pelaksanaan tahun sebelumnya yang menyasar sekitar 12.000 lokasi.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa penguatan infrastruktur irigasi di tingkat tersier merupakan fondasi utama pemerintah dalam menjaga kesinambungan produksi pangan sekaligus mewujudkan target besar swasembada pangan nasional. Ketersediaan jaringan air yang handal diyakini mampu mendongkrak layanan irigasi lahan pertanian secara optimal.
“Program Infrastruktur Berbasis Masyarakat memiliki multiplier effect yang sangat besar. Selain menghasilkan infrastruktur yang tahan lama, program ini juga memberikan penghasilan langsung kepada masyarakat melalui skema padat karya, sehingga mampu menggerakkan denyut ekonomi lokal di perdesaan,” ujar Menteri Dody dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (2/11/2026).
Skema Swakelola Petani: Buka Lapangan Kerja dan Tambahan Penghasilan
P3-TGAI merupakan program padat karya unggulan yang dijalankan Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dengan sokongan penuh APBN. Fokus utama program ini meliputi rehabilitasi, peningkatan, hingga pembangunan baru jaringan irigasi tersier.
Menariknya, pelaksanaan pengerjaan dilakukan secara murni swakelola oleh kelompok petani pemakai air tanpa dikontraktualkan kepada pihak ketiga (kontraktor).
Keterlibatan langsung kelompok tani ini menjadi ruh utama program. Selain memperbaiki fungsi pengairan sawah, skema ini membuka lapangan kerja harian dan mendatangkan tambahan penghasilan tunai bagi warga desa di sela-sela musim tanam.
Dalam operasionalnya, P3-TGAI konsisten menjunjung tinggi empat prinsip utama: partisipatif, transparansi, pemerataan, dan akuntabilitas. Masyarakat petani dilibatkan secara aktif mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan fisik, hingga pengelolaan dan pertanggungjawaban hasil pekerjaan.
Pendaftaran Dibuka! Segera Usulkan Lokasi Lewat Portal Resmi
Kementerian PU telah resmi membuka masa pengusulan lokasi penerima manfaat P3-TGAI Tahun Anggaran 2027 sejak 26 Oktober hingga 30 November 2026.
Masyarakat tani yang tergabung dalam Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A), Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air (IP3A), serta pemerintah daerah dan anggota DPR RI dipersilakan mengajukan usulan secara daring (online).
Pengusulan dapat diakses langsung melalui Portal Bantuan Pemerintah Kementerian PU maupun laman resmi P3-TGAI.
Seluruh usulan yang masuk nantinya akan melalui tahapan ketat berupa evaluasi, verifikasi administrasi, hingga validasi lapangan sebelum resmi ditetapkan sebagai lokasi penerima manfaat.
Kementerian PU menargetkan proses penetapan lokasi P3-TGAI 2027 akan rampung pada Desember 2026 melalui Keputusan Menteri PU, yang kemudian dieksekusi langsung oleh seluruh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Balai Wilayah Sungai (BWS) di masing-masing provinsi.(*)





