KOLOM – Di atas panggung sejarah bangsa, Hari Sumpah Pemuda bukanlah sekadar lembaran arsip masa lalu yang diperingati setiap tanggal 28 Oktober. Ia adalah sebuah nyala api abadi titik nadi di mana kesadaran kolektif lahir melampaui batas-batas suku, ras, dan golongan.
Hari ini, ketika gelombang zaman bergerak kian cepat, pemuda berdiri bukan lagi sebagai pewaris takhta sejarah, melainkan sebagai arsitek utama peradaban yang memikul amanah suci dasar konstitusi negara.
Kemerdekaan sejati bukanlah sebuah garis finish, melainkan sebuah ruang terbuka yang menuntut pengisian makna. Dalam pusaran dinamika global, peran pemuda bertransformasi menjadi tolak ukur paling autentik bagi kesehatan dan masa depan sebuah bangsa.
Sebagaimana yang diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar sebagai fondasi konstitusional bernegara, kemandirian dan keadilan sosial hanya dapat ditegakkan apabila jiwa-jiwa muda tetap merawat idealisme dan daya kritisnya.
Pemuda adalah jembatan antara apa yang telah diimpikan oleh para pendiri bangsa dan apa yang sedang diwujudkan di masa kini. Semangat memajukan generasi muda bukanlah sekadar program pembangunan, melainkan sebuah ikhtiar batin untuk merawat akal sehat, kreativitas, dan integritas moral.
Ketika seorang pemuda memilih untuk terus belajar, berkarya, dan berpihak pada kebenaran, sesungguhnya ia sedang menenun kembali benang-benang kebangsaan yang mengikat Republik ini agar tidak tercerai-berai oleh angin perpecahan.
Refleksi Sumpah Pemuda tahun ini mengajak seluruh elemen bangsa untuk melihat kembali ke dalam diri: sudah sejauh mana kita menerjemahkan sumpah setia dalam tindakan nyata? Apakah kemajuan zaman telah memperkuat karakter kita sebagai bangsa yang berdaulat, atau justru mengaburkan esensi dari cita-cita konstitusi?
Di tangan pemuda yang berpikir filosofis dan bertindak progresif, masa depan bukanlah sebuah ketakutan, melainkan sebuah kemungkinan tak terbatas.
Mari jadikan momentum Hari Sumpah Pemuda ini sebagai panggilan jiwa untuk terus bergerak, merajut asa, dan membuktikan bahwa semangat pemuda Indonesia adalah denyut nadi yang tidak akan pernah berhenti berdetak untuk memajukan peradaban nusantara.
Penulis
Basri Gassing, M.M
Sekjen Pemoeda Perti Sulawesi Selatan





