BERANDANEWS — Makassar, Gelora konsolidasi langsung dipancarkan Ilham Arief Sirajuddin (IAS) usai resmi dilantik sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan.
Di hadapan Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Muhammad Sarmuji, pria yang akrab disapa ACO ini memasang target tinggi: mendongkrak perolehan kursi legislatif Golkar hingga 50 persen di Daerah Pemilihan (Dapil) Sulsel, baik untuk DPR RI maupun DPRD Provinsi pada kontestasi mendatang.
Pernyataan berani tersebut disampaikan IAS dalam pidato politik perdananya usai mengucap sumpah jabatan di Ballroom Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Ahad (25/10/2026).
“Hari ini kami telah diberikan pengakuan dan keabsahan. Insyaallah apa yang menjadi target dari sebuah proses capaian kami tidak muluk-muluk. Bagi teman-teman seperjuangan, Partai Golkar tidak sekadar berorientasi mencapai kemenangan, tetapi bagaimana menghadirkan manfaat nyata lewat kursi parlemen,” tegas IAS di hadapan ribuan kader dan jajaran pengurus DPP.
Kejar Tayang Konsolidasi di Tengah Waktu Efektif 3 Tahun
IAS secara jujur mengakui bahwa tantangan berat membentang di hadapan kepengurusannya. Dengan sisa masa bakti yang efektif hanya sekitar tiga tahun, ia menginstruksikan seluruh jajaran untuk bergerak ekstra cepat (kejar tayang) menuntaskan konsolidasi internal.
IAS menargetkan seluruh struktur kepengurusan hingga tingkat kabupaten/kota (DPD II) selesai dikonsolidasikan paling lambat pertengahan tahun 2027.
“Memang kami sedikit keteteran, Pak Sekjen, karena waktu kepengurusan kami ini tinggal tiga tahun efektifnya. Oleh karena itu, konsolidasi struktur partai di daerah harus tuntas kita lakukan paling lambat pertengahan 2027,” aku IAS dengan nada lugas.
Ukur Figur Lewat Survei dan Ikat Ketua DPD II via Pakta Integritas
Untuk merealisasikan target penambahan 50 persen kursi tersebut, mantan Wali Kota Makassar dua periode ini menegaskan tidak akan memakai sistem “kira-kira” dalam menempatkan kader di posisi strategis. Penilaian figur pengurus maupun bakal calon legislatif akan didasarkan pada riset ilmiah dan kontribusi nyata.
“Pendekatan survei akan kami gunakan untuk mengukur tingkat penerimaan figur di masyarakat. Yang kedua dan paling krusial, kita lihat apakah orang ini mampu memberikan kontribusi riil untuk mencapai target kursi itu atau tidak,” tambahnya.
Sebagai komitmen tertulis, target kenaikan kursi ini bakal dikunci rapat melalui penandatanganan pakta integritas bersama para Ketua DPD II Golkar kabupaten/kota se-Sulsel, yang akan mulai menggelar Musyawarah Daerah (Musda) serentak pada 2 November mendatang.
Pengukuhan IAS bersama jajaran DPD I Golkar Sulsel periode 2025–2030 ini dilakukan oleh Sekjen DPP Golkar Muhammad Sarmuji, yang menerima mandat khusus langsung dari Ketua Umum Bahlil Lahadalia.(*)





