BERANDANEWS – Makassar, Niat hati datang dari Kabupaten Barru untuk melayat kerabat yang berduka, nasib pilu justru menimpa sebuah keluarga.
Seorang bocah perempuan berusia 6 tahun bernama Rizqia Rahmat dilaporkan hilang secara misterius dan diduga tenggelam di Kanal Sinrijala, Kelurahan Tamamaung, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar.
Peristiwa memilukan itu bermula saat korban diajak orang tua angkatnya melayat ke Kabupaten Gowa pada Sabtu (17/10/2026). Usai dari Gowa, rombongan keluarga singgah di kawasan Sukamaju, Tamamaung, untuk menghadiri acara takziah.
Namun, keceriaan malam berubah menjadi keheningan mencekam. Sekitar pukul 22.12 WITA, saat keluarga hendak bersiap pulang, Rizqia sudah tidak berada di tempat dan menghilang dari pandangan.
“Setelah melayat di Gowa, mereka singgah di Sukamaju untuk takziah. Anak itu kemudian terlepas dari pengawasan. Saat keluarga hendak pulang sekitar pukul 22.12 WITA, korban sudah tidak ditemukan dan mulai dilakukan pencarian,” ungkap Potensi SAR Damkar Makassar, Ekhy, Minggu (18/10/2026).
Keterangan Anak-Anak dan Sorotan CCTV yang Masih Nihil
Berdasarkan kesaksian beberapa anak di sekitar pemukiman, korban sempat terlihat bermain di area jembatan dekat Kanal Sinrijala. Kendati demikian, belum ada saksi mata dewasa yang melihat secara pasti detik-detik korban terjatuh atau masuk ke dalam air.
“Ada anak-anak yang menyampaikan melihat korban turun berenang, tetapi itu baru keterangan anak kecil. Belum ada orang dewasa yang memastikan korban masuk ke kanal,” jelas Ekhy.
Upaya melacak keberadaan Rizqia juga dilakukan lewat pemeriksaan rekaman kamera pengawas (CCTV) di sepanjang rute korban melangkah. Sayangnya, hingga Minggu malam, rekaman visual belum memberikan petunjuk terang terkait arah hilangnya bocah malang tersebut.
Kondisi Khusus Korban Jadi Perhatian Khusus Tim SAR
Pencarian Rizqia memerlukan perhatian ekstra. Pasalnya, korban diketahui memiliki keterbatasan dalam berkomunikasi (anak dengan autisme). Kondisi ini membuat tim di lapangan berpacu dengan waktu, berharap korban dapat ditemukan secepatnya dalam keadaan selamat.
“Dia itu anak dengan spektrum autisme dan belum bisa berkomunikasi secara verbal,” tambah Ekhy.
Penyisiran skala besar pun digelar oleh Tim SAR gabungan dari BPBD Makassar, Damkar, hingga aparat kepolisian dengan menyusuri aliran Kanal Sinrijala hingga pukul 21.40 WITA, Ahad malam.
“Untuk pencarian malam ini dihentikan sementara karena keterbatasan jarak pandang, dan akan dilanjutkan kembali besok pagi,” ujar personel BPBD Makassar, Asdar.(*)





