BERANDANEWS – Jakarta, Harapan warga pedesaan dan daerah terpencil untuk mendapatkan akses obat-obatan dengan cepat dan terjangkau kini semakin dekat menjadi kenyataan. Kantor Staf Kepresidenan (KSP) memastikan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) diizinkan resmi menjual obat bebas dan obat bebas terbatas untuk kebutuhan masyarakat luas.
Kepastian berharga ini dicapai usai Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menggelar rapat koordinasi lintas lembaga bersama Menteri Kesehatan, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), BPK RI, serta BPKP di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Terobosan ini menjadi jawaban atas dahaga masyarakat pelosok yang kerap kesulitan mendapatkan obat-obatan dasar akibat minimnya fasilitas apotek maupun klinik di wilayah tempat tinggal mereka.
“Alhamdulillah, dengan kehadiran Bapak Menteri Kesehatan, Kepala BPOM, BPK RI, serta BPKP, semuanya bisa memberikan konklusi bahwa obat-obatan baik yang bebas maupun bebas terbatas bisa segera disalurkan di Koperasi Desa Merah Putih,” ujar Listyo Sigit penuh rasa syukur, Jumat (16/10/2026).
Tindak Lanjut Arahan Presiden Prabowo untuk Rakyat Kecil
Listyo menjelaskan, kesepakatan krusial ini merupakan perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto agar KDKMP segera beroperasi secara aktif dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan serta kesehatan masyarakat di tingkat akar rumput.
Keberadaan gerai obat di KDKMP diproyeksikan menjadi penyelamat dan alternatif utama, khususnya bagi daerah-daerah perkampungan yang akses menuju puskesmas atau apotek terdekatnya memakan waktu dan biaya tidak sedikit.
“Semua kebutuhan terkait gerai KDKMP tersebut bisa diselesaikan karena skema distribusinya sudah diputuskan. Mudah-mudahan ini betul-betul bisa dimanfaatkan dan membantu masyarakat,” terangnya.
Target Diperluas Hingga 10 Ribu Gerai Desa
Langkah taktis ini tak main-main. Rencana awal penyediaan obat yang semula hanya mencakup 107 koperasi, kini langsung digenjot dan diperluas secara masif dengan target 8.000 hingga 10.000 gerai KDKMP di seluruh pelosok tanah air.
Listyo pun mendesak pihak pengelola koperasi bersama Agrinas untuk segera merealisasikan teknis distribusi di lapangan agar pasokan obat-obatan aman serta tidak mengalami kelangkaan.
KSP berjanji bakal terus mengawal ketat implementasi kebijakan ini bersama kementerian dan lembaga terkait. Tujuannya satu: memastikan tidak ada lagi warga desa yang kesulitan mendapatkan obat saat jatuh sakit hanya karena terkendala jarak dan keterbatasan fasilitas kesehatan.(*)





