Tragedi Maut Kapal Virgo Transport 8, Bangkai Kapal Akan Ditarik ke Banjarmasin, Akankah Ada Keajaiban?

Kapal Virgo Transport 8 (dok)

BERANDANEWS – Banjarmasin, Harapan dan doa keluarga korban tragedi tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa hingga kini terus dipanjatkan. Di tengah duka yang mendalam, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memutuskan untuk mengambil langkah krusial: berupaya mengangkat dan membalik bangkai kapal demi menemukan sisa korban yang masih hilang.

Hingga Jumat (18/9/2026), tim SAR gabungan belum mencatat adanya penambahan jumlah korban yang berhasil dievakuasi. Dari total penumpang, sebanyak 114 orang telah ditemukan—dengan rincian 108 penumpang selamat dan enam orang menghembuskan napas terakhir.

Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama Yudhi Bramantyo Nur Sasongko, menjelaskan bahwa keputusan berat untuk merencanakan pengangkatan badan kapal ini diambil berdasarkan arahan pimpinan setelah opsi penyelaman langsung terus terkendala oleh faktor alam.

“Hingga hari ini belum ada penambahan korban yang ditemukan. Terkait operasi yang dilanjutkan, kita mengambil keputusan untuk berupaya mengangkat bangkai kapal,” ujar Bramantyo dalam keterangan resminya.

Skenario evakuasi memisalkan bahwa begitu kapal berhasil diangkat dari dasar laut, armada akan ditarik menuju lokasi terdekat yang paling memungkinkan, yakni Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Di sana, tim penyisir akan merangsek masuk ke dalam kabin-kabin kapal untuk memastikan keberadaan para korban yang diduga kuat terjebak saat kapal karam.

“Nanti kalau bisa terangkat, kita laksanakan proses evakuasi. Kita berharap masih ada saudara-saudara kita di situ. Opsi terdekat nanti kapal dibawa ke Banjarmasin,” tuturnya penuh harap.

Sejak hari kedua pencarian terhadap 129 korban hilang, opsi penyelaman sebenarnya telah disiapkan. Namun, cuaca ekstrem, jarak pandang yang minim di bawah air, serta gelombang tinggi di Laut Jawa terus membentengi ruang gerak para penyelam demi keselamatan tim SAR. Kini, pengangkatan fisik kapal menjadi tumpuan harapan terakhir untuk memberikan kepastian hukum dan kedamaian bagi keluarga korban.(*)