Rombak Total Sistem Pendidikan! Prabowo Siapkan ‘Crash Program’ Rekrut Sarjana Terbaik Jadi Guru Darurat

Guru sedang mengajar pada murid di ruang kelas. (Foto: Dok Kemendikdasmen)

BERANDANEWS – Jakarta,  Keprihatinan mendalam atas rendahnya kemampuan berhitung dan numerasi dasar anak-anak sekolah dasar memicu langkah berani dari Presiden RI Prabowo Subianto.

Pemerintah kini tengah merancang resep ampuh untuk merombak total sistem pendidikan nasional, dengan menempatkan pembenahan kualitas dan rekrutmen guru sebagai jantung utamanya.

Dalam program Presiden Prabowo Menjawab pada Rabu (16/9/2026), Kepala Negara menegaskan bahwa kebiasaan lama dalam pengangkatan guru harus dihentikan jika Indonesia ingin melompat maju.

Prabowo secara gamblang menyentil fenomena desentralisasi di daerah yang kerap diwarnai praktik nepotisme, di mana posisi guru diisi bukan berdasarkan kompetensi, melainkan kedekatan politik.

“Kita harus bicara realita. Apakah bupati itu objektif atau dia angkat saudara-saudara dia jadi guru? Tim sukses dia? Ini yang jadi dilema. Makanya kita kaji mengembalikan kewenangan pengangkatan guru ke pemerintah pusat,” ujar Prabowo, dikutip Kamis (17/9/2026)..

Sebagai terobosan cepat (crash program), Prabowo berencana merekrut sekitar 30 ribu sarjana lulusan terbaik dari berbagai disiplin ilmu untuk diterjunkan langsung sebagai ‘guru darurat’ di 300 ribu sekolah yang paling tertinggal.

Langkah ini bakal didampingi oleh pelatihan masif (upgrading) bagi guru-guru yang ada, serta percepatan digitalisasi papan tulis dan kelas. Penggunaan teknologi ini dirancang untuk memancing minat belajar anak-anak sekaligus membantu guru mengajar aritmatika dan ilmu dasar lainnya secara interaktif.

Kendati teknologi mutakhir disuntikkan ke sekolah-sekolah, Prabowo menekankan bahwa sentuhan manusiawi dari guru berkualitas tak akan pernah bisa tergantikan oleh layar digital.

“Di ujungnya, perbaikan yang sebenarnya hanya terjadi dengan rekrutmen dan pendidikan guru yang berkualitas. Hanya dengan itu kita bisa menyelamatkan masa depan anak-anak kita,” tegas Prabowo.(*)