BERANDANEWS — Jakarta, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memacu percepatan peningkatan mutu tenaga pendidik nasional.
Melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), pemerintah merangkul 127 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) untuk memfasilitasi 32.828 guru melanjutkan studi ke jenjang Sarjana (S-1) atau Diploma Empat (D-4) pada Gelombang 3 Tahun 2026.
Hal ini merupakan tindak lanjut usai Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama program yang digelar di Jakarta, Senin (7/9/2026) lalu.
Adapun antusiasme pendaftar sudah mencapai 45.660 guru.
Dari total 32.828 peserta yang terfasilitasi pada gelombang ini, mayoritas berasal dari sektor pendidikan usia dini:
– Pendidik PAUD: 25.936 guru
– Guru SD: 3.278 guru
– Guru SMP, SMA, & SMK: 3.391 guru
– Guru SLB: 223 guru
Dirjen GTK Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, mengemukakan bahwa skema pembelajaran bersama LPTK dirancang sangat fleksibel menggunakan metode hybrid/blended learning. Pola ini memastikan para guru tetap bisa menjalankan tugas mengajar di sekolah tanpa mengorbankan hak belajar murid.
“Kualifikasi bukanlah mimpi. Bapak Presiden Prabowo dan Bapak Mendikdasmen membuka kesempatan bagi guru yang memiliki keterbatasan untuk belajar di perguruan tinggi. Ini pintu masuk penting menuju Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan sertifikasi pendidik,” ujar Nunuk.
Sementara itu, Direktur Guru PAUD dan PNF, Saiful Bari, membeberkan data Dapodik yang mencatat masih terdapat 174.520 guru di Indonesia yang belum mengantongi kualifikasi S-1/D-4, di mana proporsi terbesar berada di jenjang PAUD dan Sekolah Dasar.
Melalui program afirmasi ini, sebanyak 8.900 guru dari Gelombang 1 ditargetkan tuntas meraih gelar sarjana pada 2026 untuk langsung bertransisi ke program PPG.
Langkah gotong royong pemerintah bersama perguruan tinggi ini diharapkan mampu mengikis kesenjangan kualifikasi sekaligus mendongkrak mutu pembelajaran langsung di dalam ruang kelas.(*)





