BERANDANEWS – Makassar, Bencana alam erupsi Gunung Anak Krakatau yang melumpuhkan operasional penerbangan nasional berimbas langsung pada perjalanan ibadah umrah.
Sebanyak 30 jamaah umrah asal Kabupaten Luwu Timur (Lutim), Sulawesi Selatan, terpaksa menunda keberangkatan ke Tanah Suci usai penerbangan dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menuju Jakarta dibatalkan total, Ahad (6/9/2026).
Langkah penundaan massal ini merespons penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Banten yang terkepung abu vulkanik tebal di Selat Sunda.
Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj) bergerak cepat meminta seluruh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) untuk mengaktifkan skema tanggap darurat.
Kemenhaj menegaskan keselamatan jiwa jamaah berada di atas segala kepentingan operasional.
Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, menginstruksikan travel umrah untuk menjamin penuh seluruh kebutuhan dasar jamaah yang tertahan di bandara transit maupun daerah asal.
“Jamaah yang terdampak penundaan tidak boleh dibiarkan tanpa kepastian. PPIU wajib menjamin akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga pendampingan sampai ada kepastian jadwal penerbangan baru,” tegas Puji dalam keterangannya, Senin (7/9/2026).
Kemenhaj mengeluarkan empat poin instruksi khusus kepada penyedia jasa travel umrah:
Larangan Paksakan Keberangkatan: PPIU dilarang keras memberangkatkan jamaah sebelum ada rilis resmi kelaikan penerbangan dari Kementerian Perhubungan dan otoritas bandara.
Pendampingan Jamaah di Luar Negeri
Perhatian ekstra diberikan bagi jamaah yang saat ini tertahan di Arab Saudi atau di negara transit agar tidak terlantar.
Selain itu, setiap PPIU wajib menyiagakan hotline atau narahubung yang aktif untuk memperbarui posisi dan kondisi jamaah kepada pihak keluarga di tanah air.
Koordinasi Lintas Maskapai dengan mendorong re-route atau penjadwalan ulang (reschedule) tiket penerbangan secara berjenjang tanpa membebankan biaya tambahan kepada jamaah.
Kemenhaj terus berkoordinasi secara intensif dengan pengelola bandara dan kementerian terkait guna memastikan penanganan puluhan ribu jamaah terdampak erupsi berjalan aman dan teratur.(*)





