Uji Sampel Makanan Keracunan MBG Toraja Dikirim ke BBPOM Makassar, Hasil Segera Diserahkan ke Dinkes

BERANDANEWS — Makassar, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Makassar menyatakan kesiapannya untuk melakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga menjadi pemicu keracunan massal ratusan siswa SMPN 1 Makale dan SMPN 2 Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

Kepala BBPOM di Makassar, Yosef Dwi Irwan, mengonfirmasi bahwa penanganan awal di lapangan diampu oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPOM Palopo yang membawahi wilayah kerja Tana Toraja.

“UPT BPOM di Sulsel ada tiga, yakni BBPOM di Makassar, BPOM di Palopo, dan Loka POM di Bone. Untuk Tana Toraja masuk wilayah BPOM di Palopo yang telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat untuk investigasi terpadu,” jelas Yosef.

Pembagian Tugas Pengujian Sampel Makanan dan Muntahan

Yosef meluruskan bahwa pihak BBPOM di Makassar secara khusus hanya menerima dan menguji sampel sisa menu hidangan MBG yang dikirimkan dari Tana Toraja.

Sementara itu, untuk spesimen cairan atau sampel muntahan para siswa korban keracunan ditangani oleh Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) setempat.

“Uji lab di BBPOM Makassar fokus pada sampel makanan atau menu MBG yang dikirim. Sedangkan sampel muntahan siswa biasanya diuji di Labkesda setempat,” paparnya.

Hasil Uji Lab BBPOM Diserahkan ke Dinkes dan Satgas MBG

Pihak BBPOM menegaskan tidak akan mengumumkan langsung kesimpulan penyebab keracunan ke publik secara sepihak. Seluruh hasil pengujian saintifik laboratorium nantinya bakal diserahkan resmi kepada Dinas Kesehatan Tana Toraja untuk diumumkan bersama Satgas MBG.

Langkah pengujian ketat ini diharapkan mampu menjawab kepastian penyebab gangguan kesehatan massal yang menimpa 136 siswa di Tana Toraja pasca-mengonsumsi olahan Dapur SPPG Batupapan 1.(*)