Dugaan Kelalaian Medis Berujung Maut, DPRD Makassar Desak Dinkes Audit Internal RSIA Paramount

jajaran Komisi D DPRD Makassar menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke RSIA Paramount

BERANDANEWS — Makassar, Komisi D DPRD Kota Makassar merespons tegas dugaan kelalaian pelayanan medis di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Paramount Makassar menyusul meninggalnya seorang bayi yang merupakan cucu dari anggota DPR RI, Taufan Pawe.

Dewan mendesak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar untuk segera melakukan audit internal secara menyeluruh terhadap operasional rumah sakit tersebut.

Ketua Komisi D DPRD Makassar, Ari Ashari Ilham, menegaskan bahwa audit medis diperlukan untuk membuktikan ada atau tidaknya pelanggaran prosedur operasional standar (SOP) perawatan pasien.

“Kami mengarahkan dan meminta Dinas Kesehatan untuk melakukan audit internal secara menyeluruh, mulai dari aspek pelayanan, perawatan, hingga tindakan medis. Langkah ini penting karena kami di dewan bukan praktisi medis,” ujar Ari Ashari Ilham, Sabtu (22/8/2026).

Desakan ini mengemuka setelah jajaran Komisi D DPRD Makassar menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke RSIA Paramount Makassar pada Kamis (20/8/2026).

Soroti Rekam Jejak Pelayanan yang Berulang

Ari mengungkapkan kekecewaannya atas penjelasan manajemen rumah sakit yang mengklaim telah menjalankan tindakan sesuai prosedur. Pasalnya, aduan masyarakat terkait dugaan kelalaian pelayanan di RSIA Paramount bukan kali pertama terjadi.

“Dua bulan lalu kami sudah melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait aduan pasien anak yang tangannya diinfus hingga berlubang. Saat itu kami minta RSIA Paramount berbenah. Namun kali ini aduan yang masuk jauh lebih serius karena menyebabkan pasien meninggal dunia,” tegas legislator dari Partai NasDem tersebut.

Kronologi Kejadian Berdasarkan Laporan Keluarga

Berdasarkan data yang dihimpun dari pihak keluarga, bayi dari anggota DPRD Kota Parepare, Ilhamsyah Taufan, lahir di RSIA Paramount pada Senin (10/8/2026). Namun, pada hari ketiga pascamelahirkan (13/8/2026), bayi dinyatakan meninggal dunia.

Kronologi keluhan yang dilaporkan orang tua korban mencakup beberapa poin krusial:
Bercak Darah pada Selimut: Orang tua korban menemukan bercak darah di dalam selimut saat bayi dikeluarkan dari ruang perawatan.

Respon Petugas Medis

Laporan keluarga mengenai bercak darah tersebut diduga tidak direspons dengan tindakan observasi medis mendalam, melainkan hanya disarankan memberi ASI atau susu formula.

Kondisi Kritis
Tak lama setelahnya, bayi mengalami kejang-kejang hingga bibirnya membiru sebelum akhirnya mendapatkan penanganan darurat yang terlambat.

Pihak keluarga menyayangkan tidak adanya penanganan khusus sejak awal, seperti pemantauan intensif di ruang inkubator atau ICU, padahal terdapat indikasi gejala kelainan pada bayi.

DPRD Makassar menyatakan akan kembali memanggil pihak manajemen RSIA Paramount dan Dinkes Makassar dalam RDP lanjutan setelah hasil audit medis resmi diterbitkan.(*)