Keterlaluan! Tantangan Hafal Surat Ad-Dhuha Berhadiah Miras Gratis di Ancol Diusut Polisi

Viral hafalan ayat suci Alquran secara provokatif dijadikan syarat challenge demi mendapatkan botol minuman beralkohol secara gratis (SC)

BERANDANEWS – Jakarta, Media sosial mendadak gempar dan murka akibat ulah nirempati segelintir anak muda dan sebuah brand minuman keras (miras).

Dalam sebuah video yang mendadak viral, hafalan ayat suci Alquran secara provokatif dijadikan syarat challenge demi mendapatkan botol minuman beralkohol secara gratis.

Aksi yang dinilai menistakan simbol agama ini berlangsung di salah satu booth sponsor acara festival musik The Sounds Project di Ancol, Jakarta Utara.

Menanggapi kemarahan publik yang memuncak, aparat kepolisian bergerak cepat.

Polsek Pademangan bersama Polres Metro Jakarta Utara langsung mengusut tuntas siapa saja pihak di balik ide keji tersebut.

“Unit Reskrim Polsek Pademangan sedang melakukan penyelidikan intensif,” tegas Kasi Humas Polres Metro Jakarta Utara, Iptu Maryati Jonggi, Selasa (11/8/2026).

Polisi juga dipastikan memanggil sejumlah saksi dan penanggung jawab booth dalam waktu dekat.

Lantunkan Ad-Dhuha Disambut Sorak-Sorai Sales Miras

Aksi miris ini membakar emosi warganet usai diunggah ulang oleh penceramah Ustaz Dr. Hilmi Firdausi di akun Instagramnya.

Dalam rekaman visual tersebut, tampak seorang wanita muda dengan santai melantunkan Surat Ad-Dhuha dari awal hingga akhir di depan booth miras. Begitu hafalan selesai, para sales dan pria di lokasi justru bersorak-sorai merayakan keberhasilan wanita tersebut menukarkan ayat suci dengan alkohol.

MC booth tanpa rasa bersalah langsung menanyakan identitas wanita tersebut dan memberikan kebebasan memilih jenis miras gratis yang ia inginkan.

Penyelenggara Event Murka dan Panggil Pihak Sponsor

Tak butuh waktu lama, gelombang kecaman keras menghantam pihak penyelenggara acara. Manajemen The Sounds Project mengaku sangat marah, kecewa, dan mengecam keras aksi yang dinilai melecehkan syariat agama tersebut.

“Kami tidak pernah dan tidak akan pernah membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan challenge atau promosi produk dalam bentuk apa pun,” tulis manajemen The Sounds Project dalam pernyataan resminya.

Pihak penyelenggara menegaskan aksi liar tersebut terjadi di luar kendali serta tanpa persetujuan mereka.

Manajemen telah melayangkan teguran keras kepada pihak brand miras terkait dan menuntut penyelesaian secara hukum hingga tuntas, seraya melakukan evaluasi internal ketat.(*)