Aksi Berani Mahasiswa Undip Potong Pidato Mentan Amran: Nyaringkan Jeritan Krisis Pangan di Alor NTT

Mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) bernama Adriano Padama nekat memotong pengarahan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman

BERANDANEWS – Semarang, Suasana upacara Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Diponegoro (Undip) mendadak heboh. Seorang mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) bernama Adriano Padama nekat memotong pengarahan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dari kejauhan.

Mendengar teriakan tersebut, Amran lantas meminta Adriano naik ke atas panggung. Dengan suara bergetar menahan tangis, Adriano menyampaikan kondisi miris krisis pangan yang menghantam tanah kelahirannya di Kabupaten Alor, NTT.

Ia membeberkan bahwa Alor sangat bergantung pada pasokan beras luar pulau via jalur laut. Saat musim hujan badai menerjang, distribusi terputus total hingga memicu lonjakan harga beras yang tak masuk akal.

“Kebutuhan beras kami 24–27 ribu ton per tahun, tapi kemampuan produksi lokal cuma 10 persen. Kalau krisis, harga beras di pedalaman bisa tembus Rp25 ribu sampai Rp30 ribu per kilo,” ujar Adriano di hadapan puluhan ribu mahasiswa dan Mentan.

Dampak dari melonjaknya harga beras itu tak main-main. Adriano mengungkapkan anak-anak di pedalaman Alor terpaksa mengonsumsi umbi-umbian demi bertahan hidup, yang berisiko buruk bagi kesehatan pencernaan mereka.

“Saya khawatir, mereka terpaksa makan umbi-umbian yang membuat perut kembung bergas,” tambahnya.

Respon Cepat Mentan: Telepon Dirut Bulog di Panggung

Tak tinggal diam, Mentan Amran langsung mengambil ponselnya di atas panggung dan menghubungi Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani. Tanpa basa-basi, Amran memerintahkan jajarannya untuk segera bergerak.

“Pak Dirut, di Kabupaten Alor ada Gudang Bulog? Kalau belum ada, bangun sekarang. Harga beras di sana mahal sekali. Kirim beras hari ini juga,” tegas Amran dalam sambungan telepon. Ia juga menginstruksikan agar harga beras di Alor bisa disetarakan secara merata di angka Rp12.500 per kg dan meminta Adriano ikut mengawal janji tersebut.

Gebrakan Lanjutan: Mentan Langsung Terbang ke Alor

Aksi Adriano terbukti bukan sekadar curhatan kosong. Suara kritis mahasiswa tersebut langsung direspons cepat oleh pemerintah pusat. Mentan Amran membuktikan janjinya dengan turun langsung melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Alor.

“Dia membawa aspirasi rakyat, bukan kepentingan pribadi. Saya bangga dengan Adriano, ini putra terbaik NTT. Aspirasi seperti ini harus kita kawal karena mereka membaca denyut nadi masyarakat,” puji Amran saat berada di Alor.

Guna mengikis kemiskinan dan mengatasi ketimpangan harga, Kementerian Pertanian menyiapkan strategi ganda. Untuk jangka pendek, Kementan menjamin ketersediaan beras terjangkau seharga Rp13 ribu/kg setara harga Jakarta, menggelar operasi pasar, serta membagikan bantuan benih, alat mesin pertanian (alsintan), dan pompa air.

Sementara untuk jangka panjang, Kementan akan mendorong pengembangan komoditas perkebunan bernilai tinggi seperti kelapa, kakao, dan mete sebagai motor penggerak ekonomi warga Alor.(*)