Parah…Ambulans Pembawa Jenazah Tertahan 20 Menit Buntut Antrean Solar di Makassar

Ambulans Pembawa Jenazah Tertahan 20 Menit Buntut Antrean Solar di Makassar

BERANDANEWS – Makassar, Suara sirine ambulans yang meraung-raung pilu membelah sore di kawasan Jembatan Galangan Kapal, Kecamatan Tallo, Makassar, Jumat (31/7/2026).

Di dalamnya, sebuah keluarga sedang diselimuti duka mendalam, berpacu dengan waktu untuk mengantarkan jenazah kerabat mereka menuju peraduan terakhir di TPU Salodong.

​Namun, laju ambulans itu terhenti total. Kendaraan tak bisa berkutik, terkunci di tengah kemacetan parah yang mengular hingga ratusan meter sejak pukul 15.30 WITA.

Waktu Duka yang Terampas Asap Knalpot
​Di saat keluarga berharap prosesi pemakaman berjalan tenang dan ikhlas, mereka justru harus menelan keputusasaan. Ambulans yang membawa jasad almarhum terjebak hampir sepertiga jam di tengah himpitan kendaraan roda dua dan roda empat.

Pemicunya tragis sekaligus klasik: deretan antrean panjang kendaraan yang berburu Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di SPBU Galangan, hingga meluber menutup badan jalan dari arah Tallo menuju Pannampu dan sebaliknya.

“Sudah hampir 20 menit tertahan di sini. Kasihan keluarganya, ini mau antar jenazah…” pangkas seorang warga di lokasi dengan nada iba menyaksikan ambulans yang tak berdaya.

Demi mengejar waktu pemakaman yang makin mendesak sebelum hari gelap, pengemudi ambulans akhirnya nekat mengambil keputusan berisiko tinggi dengan meliuk mengambil jalur kanan—menerobos arus dari arah berlawanan demi membuka jalan bagi almarhum.

Antrean Solar yang Mempertaruhkan Kemanusiaan
​Peristiwa pilu ini sontak menyayat hati warga sekitar dan pengguna jalan. Fenomena antrean solar yang kerap memakan bahu jalan kini tak lagi sekadar masalah kemacetan biasa, melainkan sudah mengancam ruang kemanusiaan dan kepentingan darurat warga.

Arus lalu lintas baru perlahan terurai sekitar 30 menit kemudian setelah antrean di SPBU berangsur menyurut. Namun, rasa pahit dan trauma keluarga yang tertahan di jalanan tetap menyisakan duka mendalam.

Warga Menanti Ketegasan
​Masyarakat kini menaruh harapan besar agar pihak pengelola SPBU dan dinas terkait tidak lagi tutup mata. Pengaturan antrean kendaraan yang lebih humanis dan teratur sangat mendesak dilakukan, terutama di jam-jam sibuk pasca-salat Ashar.

Sebab di balik setiap detik kemacetan akibat kelalaian penataan jalan, ada hak-hak darurat wargabahkan hak seorang jenazah untuk diantarkan dengan layak dan bermartabat yang dipertaruhkan.(*)