BERANDANEWS – Maros, Pemerintah Kabupaten Maros kembali menggulirkan program seragam sekolah gratis bagi ribuan siswa SD dan SMP pada tahun ajaran 2026/2027.
Sebanyak 15.453 pelajar akan menerima bantuan seragam yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan total anggaran mencapai Rp4 miliar.
Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk meringankan beban ekonomi orang tua menjelang tahun ajaran baru, terutama bagi keluarga yang memiliki lebih dari satu anak usia sekolah.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maros, Asri Rajab, menjelaskan bantuan tersebut akan diberikan kepada 7.828 siswa Sekolah Dasar (SD) dan 7.625 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Maros.
“(Anggaran) Rp2 miliar untuk SD dan Rp2 miliar juga untuk SMP,” ujarnya.
Program seragam gratis tahun ini mencakup siswa sekolah negeri maupun swasta. Untuk jenjang SMP, penerima bantuan juga mencakup siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs).
Sementara itu, siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) belum masuk dalam daftar penerima bantuan pada tahun ini. Namun, Dinas Pendidikan berencana mengusulkan tambahan anggaran melalui APBD Perubahan agar siswa MI juga dapat memperoleh bantuan serupa.
“Kami akan coba laporkan ke Pak Bupati, mudah-mudahan bisa dianggarkan di perubahan,” kata Asri.
Seragam yang akan dibagikan berupa seragam nasional putih-merah untuk siswa SD dan putih-biru untuk siswa SMP.
Asri menjelaskan penerima program merupakan siswa yang saat ini duduk di kelas 2. Pengukuran seragam telah dilakukan sejak mereka masih berada di kelas 1 sehingga distribusi dapat dilakukan lebih cepat dan sesuai ukuran masing-masing siswa.
Menariknya, program ini tidak hanya diperuntukkan bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Seluruh siswa yang masuk dalam kategori penerima program berhak mendapatkan bantuan tanpa melihat kondisi ekonomi keluarga.
“Ini bukan hanya untuk yang tidak mampu, tetapi semua siswa yang masuk dalam program,” jelasnya.
Program seragam sekolah gratis telah menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Maros sejak tahun 2022. Seluruh pembiayaan berasal dari APBD Kabupaten Maros sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung akses pendidikan yang lebih terjangkau.
Menurut Asri, program tersebut merupakan bagian dari komitmen yang telah dijanjikan pemerintah daerah kepada masyarakat.
“Ini dari APBD. Memang bagian dari janji politik Pak Bupati untuk membantu meringankan beban orang tua ketika memasuki tahun ajaran baru,” ujarnya.
Bupati Maros, Chaidir Syam, menegaskan bahwa bantuan seragam gratis merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan pendidikan masyarakat.
Ia berharap program tersebut dapat membantu keluarga yang harus menanggung biaya pendidikan lebih dari satu anak sekaligus.
“Mungkin ada orang tua yang anaknya sekolah lebih dari satu. Dengan adanya bantuan seragam ini, setidaknya bisa meringankan beban mereka,” kata Chaidir.
Saat ini pemerintah daerah tengah menyelesaikan proses administrasi dan pengadaan. Setelah seluruh tahapan rampung, seragam akan didistribusikan melalui masing-masing sekolah untuk kemudian dibagikan kepada para siswa penerima manfaat.
Program ini diharapkan dapat membantu ribuan keluarga di Maros menghadapi kebutuhan pendidikan pada tahun ajaran baru sekaligus meningkatkan semangat belajar siswa di sekolah.(*)





