Peredaran Narkoba di Lapas Makassar Kembali Disorot, Tiga Napi Diduga Pesta Sabu

Rutan kelas 1 Makassar wilayah Sulawesi Selatan

BERANDANEWS – Makassar, Dugaan pesta narkoba yang melibatkan sejumlah narapidana kembali mencuat di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Makassar, Sulawesi Selatan. Kasus ini menambah daftar panjang sorotan publik terhadap peredaran gelap narkotika yang diduga masih terjadi di lingkungan pemasyarakatan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, tiga warga binaan pemasyarakatan (WBP) berinisial BG, AR, dan AD diduga mengonsumsi narkotika jenis sabu-sabu di Blok B2 Kamar 7 Lapas Kelas I Makassar.

Tidak hanya itu, insiden kekerasan juga diduga terjadi di dalam lapas. Seorang WBP berinisial ML disebut menjadi korban pengeroyokan dan penikaman setelah dituduh melaporkan aktivitas penyalahgunaan narkoba tersebut kepada petugas lapas.

“ML dikeroyok lalu ditikam menggunakan gunting pada bagian tangan kirinya. BG menuduh ML yang melaporkan dirinya kepada pegawai lapas saat sedang menggunakan narkoba di dalam kamar Blok B2 Kamar 7,” ungkap AN, salah seorang WBP Lapas Kelas I Makassar kepada wartawan.

Menurut informasi yang diperoleh, narkotika jenis sabu yang digunakan ketiga napi tersebut diduga berasal dari seorang WBP lainnya berinisial HN. Dugaan ini semakin menguatkan indikasi adanya peredaran narkoba di dalam lingkungan lapas.

Kasus dugaan pesta sabu dan aksi penganiayaan tersebut kembali memunculkan pertanyaan mengenai pengawasan di dalam lapas, termasuk kemungkinan masuknya barang terlarang dan penggunaan telepon seluler ilegal oleh narapidana.

Saat dikonfirmasi terkait informasi tersebut, Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Kelas I Makassar, Sahril Efendi, meminta agar konfirmasi dilakukan melalui bagian humas lapas.

“Tabe silakan memanfaatkan wadah Humas Lapas Makassar. Untuk dapat berkomunikasi dan berkoordinasi dengan humas lapas Pak Fardhal,” ujar Sahril Efendi, Kamis (11/6/2026).

“Selanjutnya humas akan menyampaikan ke pimpinan, dan juga ke saya perihal maksudnya,” sambungnya.

Sementara itu, Kasubag Umum Lapas Makassar, Andi Fardal, saat dikonfirmasi hanya memberikan tanggapan singkat.

“Iye pak. Iye ditunggu pak,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Lapas Kelas I Makassar belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pesta narkoba, peredaran sabu, maupun insiden pengeroyokan dan penikaman yang disebut terjadi di dalam blok hunian narapidana tersebut.(*)