Viral Video Cable Tie pada Baling-Baling Wings Air, Maskapai Beri Klarifikasi Resmi

Viral Video Cable Tie pada Baling-Baling Wings Air di Denpasar Bali

BERANDANEWS — Denpasar, Sebuah video yang memperlihatkan bagian baling-baling pesawat milik Wings Air tampak diikat menggunakan cable tie viral di media sosial dan memicu beragam reaksi dari warganet.

Banyak pengguna mempertanyakan aspek keselamatan penerbangan setelah rekaman tersebut tersebar luas di berbagai platform digital.

Video itu disebut direkam di area operasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Dalam video yang beredar, terlihat teknisi berada di sekitar baling-baling pesawat saat melakukan penanganan teknis sebelum keberangkatan.

Menanggapi viralnya video tersebut, pihak Wings Air memberikan klarifikasi resmi bahwa kondisi yang terlihat dalam rekaman bukan merupakan indikasi kerusakan fatal ataupun tindakan perbaikan darurat yang melanggar prosedur keselamatan.

Corporate Communications Strategic Wings Air menjelaskan bahwa bagian yang diikat menggunakan cable tie tersebut merupakan lapisan pelindung (deicer boot) yang berada pada bilah baling-baling pesawat turboprop.

Menurut maskapai, pengikatan sementara dilakukan sebagai bagian dari prosedur teknis sesuai standar perawatan pesawat yang telah ditetapkan pabrikan.

“Penggunaan pengikat tersebut merupakan bagian dari tindakan teknis sesuai Aircraft Maintenance Manual dan dilakukan oleh teknisi bersertifikat,” demikian penjelasan resmi maskapai.

Wings Air menegaskan bahwa setiap tindakan perawatan pesawat selalu melalui tahapan inspeksi ketat sebelum pesawat dinyatakan laik terbang. Pesawat disebut tidak akan dioperasikan apabila belum memenuhi seluruh standar keselamatan dan kelaikudaraan.
Pihak maskapai juga menekankan bahwa komponen yang terlihat diikat bukanlah struktur utama baling-baling maupun bagian inti mesin yang berpengaruh langsung terhadap daya dorong pesawat.

Viralnya video ini memicu diskusi luas di media sosial karena bagi masyarakat awam, penggunaan cable tie pada bagian pesawat terlihat tidak lazim dan menimbulkan asumsi adanya kerusakan serius.

Namun hingga kini belum ada pernyataan dari otoritas regulator penerbangan yang menyebut adanya pelanggaran prosedur keselamatan dalam insiden tersebut.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya literasi publik terkait prosedur teknis dunia penerbangan, sekaligus perlunya transparansi informasi agar tidak memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.(*)