Presiden Prabowo ungkap Ancaman Perang Dunia Ketiga, Semua Kepala Negara Takut

Presiden RI Prabowo Subianto membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat

BERANDANEWS – Bogor, Presiden RI Prabowo Subianto membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (02/2/2026).

“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, pada pagi hari ini, Senin, 2 Februari 2026 saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini secara resmi saya nyatakan Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah tahun 2026 dibuka,” kata Prabowo.

Dalam arahannya, Prabowo juga menegaskan Indonesia tetap menganut politik luar negeri non blok atau bebas aktif, sesuai warisan para pendiri bangsa. Prabowo memastikan Indonesia tidak akan mengikuti pakta militer manapun, meskipun ada ancaman Perang Dunia III.

“Saya jalankan sebagai mandataris, meneruskan warisan pendiri-pendiri bangsa kita, saya menjalankan politik luar negeri yang menganut tetap garis kita, bebas aktif tapi non-aligned, non-blok. Kita tidak akan ikut pakta militer manapun,” kata Prabowo

Selain itu Prabowo juga mengungkapkan kegelisahan serius para pemimpin dunia terhadap ancaman pecahnya Perang Dunia Ketiga. Kekhawatiran itu, menurut Prabowo, ia rasakan langsung saat bertemu dengan puluhan kepala negara dalam forum World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Januari 2026 lalu.

“Saya hadir di Davos, ketemu tokoh-tokoh dunia. Puluhan kepala negara hadir. Hampir semua, hampir semua merisaukan pecahnya Perang Dunia Ketiga,” kata Prabowo.

Ia menilai di tengah situasi global yang kian memanas, Indonesia telah mengambil sikap tegas melalui politik luar negeri bebas dan aktif, serta tidak berpihak pada blok manapun.

“Kalau kita diancam, kalau kita diserang, tidak akan ada yang bantu kita. Percaya sama saya, nobody is going to help us,” ujar Prabowo.

Ia kemudian mengutip pesan Presiden pertama RI Soekarno tentang pentingnya bangsa Indonesia berdiri di atas kaki sendiri atau Berdikari, tanpa menggantungkan nasib pada negara lain.

“Karena itu dari awal Bung Karno mengatakan, kita harus berdiri di atas kaki kita sendiri,” tegasnya.

Meski Indonesia memilih jalur nonblok, Prabowo mengingatkan bahwa dampak Perang Dunia Ketiga tetap tidak bisa dihindari, terlebih jika konflik tersebut melibatkan senjata nuklir.

“Ada simulasi, kalau terjadi Perang Dunia Ketiga, nuklir, kita yang tidak terlibat saja pasti kena. Partikel radioaktif bisa menyebar, ikan-ikan kita bisa terkontaminasi semua,” ungkapnya.

Prabowo menambahkan, perang nuklir dapat memicu bencana global berkepanjangan. Debu dan partikel di atmosfer berpotensi menutupi sinar matahari selama puluhan tahun, menciptakan fenomena nuclear winter.

“Debunya bisa menutup matahari bukan satu tahun, bukan dua tahun. Para ahli mengatakan winter-nya bisa puluhan tahun. Ini yang sedang dibicarakan serius oleh dunia,” jelasnya.(*)