Zona merah, Mendagri Anggap Sulsel masih tinggi Penyebaran Covid-19

174

Berandasulsel.com – Makassar, Kunjungan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri RI), Tito Karnavian untuk memantau persiapan pilkada serentak di Sulsel ditengah pandemi covid-19, Rabu (8/7).

Persiapan tahapan pilkada sulsel dianggap masih sangat rawan terhadap risiko penularan covid-19, bahkan beberapa daerah di Sulsel masih berstatus zona merah. Berdasarkan data dari website www.data.covid19.go.id, dari 24 kabupaten/kota di Sulsel menunjukkan tidak ada satupun yang hijau. Dimana, zona risiko terbagi atas zona merah atau risiko tinggi, zona orange atau risiko sedang, zona kuning atau risiko rendah dan zona hijau. Di Sulsel ada delapan risiko rendah, 12 risiko sedang dan 4 risiko tinggi.

Adapum Empat daerah dengan risiko tinggi yakni Makassar, Gowa, Parepare dan Soppeng.

Sementara data yang dirilis tim peneliti Gugus Tugas Covid-19 Sulsel menunjukkan perbedaan. Dimana zonasi di 24 kabupaten/kota di Sulsel berdasarkan tiga komponen, epidemologi, surveilans dan kesiapan sistem layanan kesehatan.

Zona hijau interpretasinya 16-20 risiko rendah sekali yang masuk Bantaeng, Barru, Palopo, Tana Toraja, Toraja Utara dan Wajo. Zona kuning interpretasinya 11-15 risiko rendah yang masuk Bone, Luwu Utara, Selayar dan Soppeng.

Sementara untuk Zona Orange interpretasinya 6-10 risiko sedang yang masuk Enrekang, Jeneponto, Luwu, Pangkep, Pinrang, Sidrap dan Sinjai. Dan Zona Merah dengan interpretasi 0-5 resiko tinggi Bulukumba, Gowa, Luwu Timur, Makassar, Maros, Parepare dan Takalar.

Perbedaan data ini disebabkan, indikator yang sedikit berbeda. Foto itu menggunakan 15 indikator gugus nasional. Kami memakai indikator Bappenas ditambah kondisi sistem surveilans dan kewaspadaan dini,” ujarnya.

Menurut Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, masyarakat diwajibkan untuk mendukung seluruh program pemerintah daerah terutama Perwali Percepatan Pengendalian Covid-19 untuk merubah image Kota Makassar sebagai episentrum Covid-19 di Sulsel.

“Bisa saja ada daerah lain mungkin lebih rendah dari Kota Makassar atau Sulsel. Tetapi sebenarnya daerah itu tinggi dari Makassar karena testingnya tidak massif dilakukan, itu malah lebih berbahaya,” kata mantan Kapolri tersebut

Selain itu, Tito juga mengungkapkan, penyebab utama Covid-19 sulit dibasmi karena masyarakat tidak disiplin dalam menjaga aturan Social Distancing, Physical Proximity (kedekatan fisik), dan penggunaan objek di tempat umum.

“Kita jangan lalai dengan hal sederhana, seperti penggunaan sendok, garpu, tas, dan macam-macam. Hal ini saya minta untuk disosialisasikan, baik menggunakan struktur formal, sampai setingkat RT/RW. Dan buat program seperti Makassar Bebas Corona,” pungkasnya.(*)