Tegaskan Tak Asal Babat Hutan! Mentan Amran Sulaiman Siapkan Lahan 2 Juta Hektare Demi Etanol

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman

BERANDANEWS — Jakarta, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga kelestarian lingkungan dalam memburu kedaulatan energi nasional.

Amran memastikan bahwa opsi pembukaan atau pembabatan hutan akan dijadikan langkah paling akhir dalam penyediaan lahan 1 hingga 2 juta hektare untuk pengembangan komoditas bahan baku etanol.

Penegasan tersebut disampaikan Amran dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (21/9/2026).

“Kita melihat lahan yang ada dulu. Pertama, ada sekitar 20 juta hektare lahan reforestasi atau agroforestry untuk tanaman pangan. Kita pilih dari situ dulu. Jadi jangan langsung babat hutan, enggak, itu opsi paling terakhir,” tegas Amran.

Selain memanfaatkan area agroforestry, pemerintah juga menyeleksi sekitar 1,3 juta hektare lahan yang sebelumnya telah dilepaskan untuk dinilai kesesuaian tanahnya, terutama bagi budidaya tebu, singkong, dan jagung sebagai bahan baku utama etanol.

“Kalau sudah cocok untuk tebu, itu saja yang kita pakai. Pokoknya lingkungan tetap kita jaga, tetapi target swasembada atau berdaulat energi juga harus tercapai,” tambahnya.

Langkah masif ini disiapkan untuk menopang target jangka panjang penggunaan campuran bahan bakar E50 (Etanol 50%).

Amran mengkalkulasikan, jika program E50 dan B50 berjalan optimal, Indonesia berpotensi menghemat devisa negara hingga US$30 miliar atau setara Rp500 triliun per tahun dari pengurangan impor BBM.

Terkait pembiayaan, Amran membeberkan bahwa pengembangan proyek ini akan mengusung skema kolaborasi antara BUMN dan pihak swasta dengan porsi anggaran 30 persen BUMN dan 70 persen swasta.

“Pasti swasta mau terlibat aktif, karena kemudahan penyediaan tanahnya disiapkan langsung oleh negara,” pungkasnya.(*)