BERANDANEWS – Makassar, Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-357 Sulawesi Selatan menjadi panggung pijakan penting bagi generasi muda untuk mengambil peran strategis dalam pembangunan daerah.
Pengurus Wilayah Pemuda Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI) Sulawesi Selatan secara resmi menyampaikan pokok pemikiran, dukungan, sekaligus harapan besar agar pembangunan Sulsel tak sekadar angka statistik, melainkan dirasakan nyata oleh rakyat kecil dan kaum muda.
Diketahui Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sendiri menetapkan target ambisius, mulai dari pertumbuhan ekonomi mencapai 8 persen, penekanan angka kemiskinan melalui kolaborasi erat kabupaten/kota, hingga peningkatan daya beli masyarakat sebagai indikator utama kesejahteraan.
Ketua Umum PW Pemuda PERTI Sulsel Dr. Ibnu Hajar mengatakan momentum bertambahnya usia Sulawesi Selatan ini harus menjadi titik balik nyata dalam merespons tantangan dan kebutuhan generasi milenial serta Gen Z di Sulsel.
Dengan membuka ruang Ekonomi dan Karir Lokal, kehadiran Pemuda diharapkan dapat berperan dalam pertumbuhan ekonomi dengan perhatian pemerintah provinsi dalam membuka lapangan kerja seluas-luasnya untuk menekan angka pengangguran pemuda.
“Pemerintah harus hadir dalam membuka ruang bagi pemuda, tantangan dan kebutuhan generasi milenial serta Gen Z di Sulsel. Khususnya dalam hal membuka lapangan kerja seluas-luasnya untuk menekan angka pengangguran pemuda”, terang Ibnu Hajar dalam keterangannya, Senin (19/10/2026).
Menurutnya, Visi lumbung pangan tidak boleh lagi dipandang sebelah mata. Pemuda ditantang berinovasi melalui teknologi pertanian (agritech) agar sektor agraris Sulsel bertransformasi menjadi modern dan keren.
Selain itu, wadah positif bagi komunitas Pemuda, Pemuda PERTI mendesak pemerintah dan komunitas memperbanyak ruang kreasi dan olahraga rekreasi. Langkah ini dinilai krusial untuk menjauhkan anak muda dari tindakan destruktif seperti tawuran, perang kelompok, dan busur jalanan.
“Kami mendesak pemerintah dan komunitas memperbanyak ruang kreasi dan olahraga rekreasi. Langkah ini dinilai krusial untuk menjauhkan anak muda dari tindakan destruktif seperti tawuran, perang kelompok, dan busur jalanan. Pembangunan Sulsel tidak boleh meninggalkan pemudanya. Kita ingin generasi muda bukan hanya jadi penonton, melainkan pelaku utama yang membawa perubahan dengan semangat Ewako Sulsel,” jelas Ibnu Hajar.(*)





