Raih 5 kali WTP berturut turut, ini Apresiasi dan Pesan Kakanwil Kemenag Sulsel

19
Kakanwil Kemenag Sulsel raih Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)

BERANDANEWS – Makassar, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) kembali memberi opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan Kementerian Agama tahun anggaran 2020. Perolehan Opini WTP untuk tahun 2020 ini merupakan yang kelima kalinya sejak tahun 2016 sampai tahun 2020.

Kakanwil Kemenag Prov. Sulsel H. Khaeroni mengucap syukur dan mengapresiasi pencapaian Kemenag.

“Syukur Alhamdulillah, kerja keras seluruh aparatur Kementerian Agama di seluruh Indonesia khususnya di Sulsel berbuah manis, karena bagaimanapun Kemenag Sulsel turut berkontribusi dalam perolehan Opini WTP yang diraih oleh Kemenag, Memang Kemenag merupakan Salah satu Kementerian yang memiliki Satker paling banyak dan besar di Indonesia, akan tetapi Perolehan Opini WTP dari BPK minimal sudah menjadi salah satu bukti, bahwa Kementerian Agama telah bekerja keras menjalankan amanah Rakyat dan Undang Undang, tapi sebagaimana yang dikatakan Gus Menteri Agama, Jangan berpuas diri, jalan masih teramat panjang,” Ucap Kakanwil saat ditemui di Ruang kerjanya Kamis, 10/6).

Fokus Utama Kemenag saat ini adalah bagaimana menghadirkan dan mempersembahkan layanan prima untuk masyarakat, apa yang dicapai sampai saat ini adalah dalam rangka melayani masyarakat. Jadi saran saya untuk seluruh Aparatur Kemenag di Sulsel, Tetap semangat dalam bekerja, laksanakan segala sesuatunya dengan terukur  dan  berikan layanan terbaik untuk masyarakat dan umat di Sulsel,” imbuh Khaeroni.

Kakanwil dikesempatan itu juga menyampaikan pesan Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas bahwa saat ini ada tiga semangat baru yang harus dimiliki seluruh jajaran Kementerian Agama khususnya dalam hal pengelolaan Kelembagaan.

Pertama, manajemen pelayanan dan tata kelola birokrasi yang harus semakin baik, termasuk di dalamnya pelayanan penyelenggaraan haji dan umrah, pendidikan agama dan keagamaan, serta menjadikan Kemenag sebagai pusat pelayanan keagamaan.

Kedua, penguatan moderasi beragama. Salah satu penekanan moderasi beragama adalah pada penguatan literasi keagamaan, budaya toleransi, dan nilai-nilai kebangsaan.

Ketiga, persaudaraan, yang meliputi merawat persaudaraan umat seagama, memelihara persaudaraan sebangsa dan setanah air dan mengembangkan persaudaraan kemanusiaan.

Dengan tiga semangat baru Kemenag tersebutlah, Kemenag saat ini menetapkan beberapa program prioritas. Di antara program prioritas yang telah berjalan saat ini adalah Revitalisasi KUA, Kemandirian Pesantren, Digitalisasi layanan publik, Penyempurnaan tata kelola administrasi pemerintahan serta Penguatan Moderasi Beragama.(*)