Prabowo Dijadwalkan Tutup Muktamar NU ke-35, Torehkan Catatan Sejarah Baru

Ilustrasi

BERANDANEWS – Jombang, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dijadwalkan menutup secara resmi Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Gedung Serbaguna Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).

Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar ke-35 NU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo dijadwalkan hadir di lokasi penutupan pada Senin pagi. Panitia sebelumnya menyebut agenda penutupan dijadwalkan berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB.

Kehadiran Presiden Prabowo pada penutupan Muktamar NU memiliki catatan sejarah tersendiri. Berdasarkan arsip NU, Presiden Soekarno pernah hadir dan menyampaikan amanat pada penutupan Muktamar NU di Surakarta (Solo), 28 Desember 1962.

Dokumen sejarah tersebut bahkan mencatat pidato Bung Karno sebagai “amanat Presiden Soekarno pada penutupan Mu’tamar Nahdlatul Ulama di Sala pada tanggal 28 Desember 1962.”

Dengan demikian, apabila agenda hari ini berlangsung sesuai jadwal, Prabowo menjadi Presiden RI yang kembali menutup Muktamar NU setelah jejak sejarah Bung Karno 64 tahun silam.

Namun, Muktamar ke-35 NU tetap mencatat sejarah yang berbeda. Prabowo sebelumnya telah membuka Muktamar ke-35 NU pada Kamis, 27 Agustus 2026. Jika kemudian menutupnya pada Senin, 31 Agustus 2026, maka untuk pertama kalinya satu gelaran Muktamar NU dibuka sekaligus ditutup oleh Presiden RI yang sama.

Muktamar ke-35 NU berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, pada 27–31 Agustus 2026. Forum tertinggi organisasi tersebut menjadi momentum penting untuk menentukan arah kepemimpinan dan khidmat NU lima tahun mendatang.

Sebelum penutupan, Muktamar telah menetapkan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU masa khidmat 2026–2031 melalui musyawarah sembilan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).

Catatan sejarah ini memperlihatkan hubungan panjang antara Presiden Republik Indonesia dan Nahdlatul Ulama. Dari Bung Karno di Solo tahun 1962 hingga Prabowo di Jombang tahun 2026, Muktamar NU tidak hanya menjadi forum pergantian kepemimpinan, tetapi juga bagian dari perjalanan sejarah hubungan ulama, NU, dan negara.

Makmur Idrus melaporkan dari Jombang, Jawa Timur.(*)