BERANDANEWS – Makassar, Kesigapan personel Polsek Manggala Polrestabes Makassar berhasil menggagalkan potensi bentrokan berdarah antarkelompok pemuda di Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Ahad (1/11/2026) dini hari.
Bentrokan yang melibatkan dua kelompok pemuda dari wilayah Nipa-Nipa dan Kampung Flores tersebut dipicu oleh hal yang sangat sepele: perselisihan akibat suara derum gas (knalpot) sepeda motor.
Menanggapi laporan warga yang resah, petugas langsung menyisir lokasi dan berhasil mengamankan seorang pemuda berinisial NUNS (22) yang kedapatan membawa senjata tajam jenis parang di balik bajunya.
Kapolsek Manggala, Kompol Semuel To’longan, S.H., M.H., M.Si., membeberkan bahwa usai menerima laporan potensi bentrokan, jajarannya langsung dikerahkan menyisir titik-titik rawan kumpul massa mulai dari Kelurahan Manggala hingga kawasan Antang.
“Kami bergerak cepat setelah menerima informasi adanya potensi aksi saling serang. Personel langsung melakukan patroli dan penyisiran di sejumlah titik rawan hingga berhasil mengamankan seorang pemuda yang membawa senjata tajam jenis parang,” ungkap Kompol Semuel, Senin (2/11/2026).
Disisir di Kanal Antang, Pemuda Berparang Tak Berkutik
Kedatangan armada patroli polisi di lokasi sempat membuat puluhan pemuda yang berkumpul kocar-kacir melarikan diri menembus kegelapan malam.
Tak berhenti di situ, petugas melanjutkan penyisiran hingga ke Jalan Inspeksi Kanal Antang. Di lokasi ini, polisi mencurigai seorang pengendara sepeda motor yang hendak masuk ke wilayah Kampung Flores.
Saat dihentikan dan diperiksa, petugas mendapati sebilah parang tersembunyi di balik pakaian pemuda berinisial NUNS tersebut. Pria yang berprofesi sebagai wiraswasta warga Jalan Kampung Flores, Kelurahan Antang ini langsung digelandang ke Mapolsek Manggala guna menjalani pemeriksaan intensif.
Polisi masih mendalami apakah NUNS berperan sebagai provokator atau bagian dari kelompok yang hendak melakukan penyerangan susulan.
Kapolsek Manggala: Jangan Ada Korban Melayang Cuma Gara-gara Masalah Sepele
Kompol Semuel To’longan menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak akan memberikan ruang bagi aksi преmanisme dan tawuran yang mengancam keselamatan warga. Patroli skala besar akan terus ditingkatkan demi memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Manggala tetap kondusif.
“Kami tidak ingin ada korban jiwa melayang akibat aksi tawuran yang berawal dari persoalan sepele. Kami mengimbau para pemuda agar tidak mudah terprovokasi dan tidak membawa senjata tajam,” tegas Kapolsek.
Selain itu, Kapolsek menitipkan pesan menyentuh kepada para orang tua agar lebih ketat mengawasi aktivitas putra-putrinya, terutama saat malam hingga dini hari, agar tidak terjerumus dalam aksi tawuran maupun tindak pidana kejahatan jalanan.
Masyarakat yang melihat pergerakan mencurigakan atau potensi bentrokan diimbau untuk segera menghubungi layanan darurat kepolisian di Call Center 110.(*)





