Perubahan Iklim Hilangkan Lukisan Tertua Didunia

55
Balai Cagar Budaya Sulawesi Selatan mendokumentasikan mekanisme peningkatan hilangnya lukisan cadas pada sejumlah dinding goa

BERANDANEWS – Maros, Tim ilmuwan arkeologi Australia dari Griffith University dan Balai Cagar Budaya Sulawesi Selatan, telah mendokumentasikan mekanisme peningkatan hilangnya lukisan cadas pada sejumlah dinding goa yang di yakini ada sejak ribuan tahun lalu, di kawasan kars Maros Pangkep, Sulawesi Selatan.

Penemuan para peneliti tersebut menunjukkan hilangnya karya seni lukisan cadas yang signifikan secara global ini, semakin cepat seiring dengan perubahan iklim, yang berada di wilayah indonesia bagian timur tesebut.

Pakar seni cadas indonesia menuturkan perubahan iklim yang terjadi, dapat membuat produksi garam geologi semakin meningkat, dan berisiko meningkatkan pengelupasan pada dinding goa,,

Basran burhan yang merupakan mahasiswa Doktoral Arkeolog dari Griffith University menjelaskan, pengelupasan terjadi akibat adanya aktivitas garam di bawah permukaan kulit batu,, malai dari peresapan, kapilarisasi, pengendapan dan pelarutan mineral garam alam mendesak kulit batu untuk terkelupas,,

“Hilangnya lukisan tertua didunia ini, terjadi secara alami sejak gambar-gambar tersebut dibuat ribuan tahun lalu,, kendati, kars maros-pangkep merupakan salah satu kawasan edukasi arkeologi di indonesia,, namun, kunjungan masyarakat turut memengaruhi kerusakan gambar cadas tersebut,” jelasnya.

Sementara Kepala Unit Balai Pelestarian Cagar Budaya Kars Maros Pangkep Rustan Labe mengungkapkan, yang menjadi faktor pemicu kerusakan lukisan cadas gua di maros-pangkep ini terjadi yaitu peningkatan suhu global.

“Pembukaan lahan, dan aktivitas destruktif terhadap lingkungan karst, diduga kuat turut berkontribusi besar atas terjadinya fluktuasi suhu kawasan,” kata Rustan.

Selain itu, kerusakan akibat pertumbuhan organisme seperti ganggang, lumut, jamur kerak, dan sarang serangga juga cukup berperan hilangnya peninggalan lukisan purba tersebut. Faktor lainnya yang juga turut berpengaruh terhadap kerusakan di lukisan cadas situs maros-pangkep ini adalah faktor lingkungan sekitarnya,,

“Keadaan kondisi saat ini yang dimana lingkungan karst maros-pangkep sebagaian besar goa-goanya berdampingan tempat tinggal masyarakat sekitar,, hal tersebut juga turut mengancam hilangnya lukisan cadas tertua ini. Terlebih lagi, sebagian goa-goa yang berada di area kawasan ini, dijadikan kandang ternak atau tempat menyimpan jerami, dan termasuk industri seperti tambang semen dan marmer,” jelasnya.

Hal tersebut secara tidak langsung, menimbulkan polusi udara yang langsung menempel ke gambar cadas,, begitu juga dengan efek ledakan penambangan yang berubah menjadi polusi untuk lukisan cadas maros-pangkep ini,,,

Selain itu, Rustan labe berharap agar kelestarian peninggalan purba ini, tetap terjaga,, peran serta masyarakat dan pelestari budaya di indonesia tuntut untuk bersama-sama mejaga keutuhan lukisan tertua didunia ini.(rm)