BERANDANEWS — Makassar, Duka mendalam menyelimuti warga di Jalan Rappokalling Utara 1, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Kawasan permukiman padat penduduk yang biasanya riuh oleh aktivitas warga, seketika berubah menjadi senyap dan dipenuhi kepulan asap serta puing-puing hitam yang tersisa usai diamuk si jago merah, Kamis (15/10/2026).
Peristiwa pilu ini bermula sekitar pukul 09.00 WITA.
Api dengan cepat membesar dan menjalar dari satu atap ke atap lainnya di tengah rapatnya bangunan rumah warga. Suasana panik tak terhindarkan; teriakan histeris warga membahana di lorong-lorong sempit saat berusaha menyelamatkan diri dan harta benda seadanya.
Armada Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Makassar yang tiba di lokasi harus berjuang ekstra menembus lorong dan kerumunan warga. Setelah dua jam pertarungan sengit melawan kobaran api, petugas akhirnya berhasil menguasai keadaan sekitar pukul 11.00 WITA.
Puing-Puing Pasca-Bencana dan Tangis Haru Warga
Pantauan di lokasi sekitar pukul 11.45 WITA menunjukkan kobaran api telah sepenuhnya padam. Namun, pemandangan memilukan membentang di sepanjang lorong: sedikitnya 10 rumah warga hangus tak tersisa, menyisakan kerangka bangunan yang legam dan berabu.
Di pinggir lorong jalan yang sempit, tumpukan barang-barang seperti pakaian, kasur busa, hingga barang elektronik usang tampak teronggok. Barang-barang itu adalah sisa-sisa harta benda yang sempat diselamatkan warga dengan bersimbah keringat dan air mata di tengah kepungan asap pekat.
Beberapa warga terlihat lalu lalang dengan tatapan kosong mengamati rumah mereka yang kini rata dengan tanah. Garis kuning polisi sudah terbentang mengelilingi lokasi kejadian untuk kepentingan penyelidikan.
Hingga saat ini, penyebab pasti munculnya percikan api pertama yang memicu kebakaran hebat tersebut masih belum diketahui dan dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Meski harus kehilangan tempat tinggal dan harta benda yang dikumpulkan bertahun-tahun, sebuah keajaiban di tengah musibah patut disyukuri: peristiwa ini dipastikan tidak menelan korban jiwa maupun luka berat.
Kini, belasan kepala keluarga yang kehilangan tempat bernaung sangat membutuhkan ulur tangan dan bantuan darurat dari pemerintah daerah serta para dermawan untuk membangkitkan kembali harapan mereka yang sempat hangus dilalap api.(*)





