Pergantian Pimpinan Polri Jadi Momentum Pulihkan Trust Publik, LASKAR Sulsel Titip Pesan untuk Kapolda Baru

BERANDANEWS — Makassar, Pergantian pimpinan Polri harus menjadi momentum pembenahan institusi sekaligus memulihkan kepercayaan publik, bukan sekadar pergantian figur.

Presidium Pusat Alumni Ikatan Senat Mahasiswa Hukum Indonesia (ISMAHI) sekaligus Ketua Umum Lembaga Studi Hukum dan Advokasi Rakyat (LASKAR) Sulawesi Selatan, Illank Radjab, S.H., mengatakan ukuran keberhasilan kepolisian bukan hanya kemampuan menjaga keamanan, tetapi sejauh mana masyarakat percaya terhadap proses penegakan hukum.

“Pergantian pimpinan harus dibaca sebagai momentum institusional. Yang dibutuhkan bukan sekadar wajah baru, tetapi semangat baru untuk memperbaiki sistem, memperkuat profesionalisme dan mengembalikan kepercayaan publik,” ujar Illank dalam keterangannya Rabu (7/10/2026).

Menurutnya, kepercayaan publik lahir dari pengalaman masyarakat ketika berhadapan dengan polisi. Penanganan laporan yang profesional, penegakan hukum yang adil, transparansi serta keberanian mengoreksi kesalahan menjadi fondasi penting bagi institusi kepolisian.

“Yang dipertaruhkan bukan hanya perilaku individu anggota, tetapi wajah institusi,” tegasnya.

Illank mengatakan pembenahan Polri harus menyentuh sistem pengawasan, profesionalisme anggota, transparansi penanganan perkara, pelayanan publik dan pertanggungjawaban atas penggunaan kewenangan.

“Institusi yang sehat bukan institusi yang tidak pernah melakukan kesalahan. Institusi yang sehat adalah institusi yang mampu menemukan kesalahan, mengoreksinya, dan memastikan kesalahan yang sama tidak berulang,” katanya.

Ia juga mendorong Polri tidak alergi terhadap kritik dari masyarakat sipil, akademisi, advokat, pers maupun organisasi mahasiswa hukum.

“Ketika polisi berani transparan dan mengevaluasi dirinya sendiri, wibawa institusi justru semakin kuat,” ujarnya.

Selamat Datang Kapolda Baru Sulsel

Di Sulawesi Selatan, Illank menyampaikan ucapan selamat datang kepada Kapolda Sulsel Irjen Pol Dr. M. Awal Chairuddin.

“Atas nama masyarakat sipil dan keluarga besar LASKAR Sulawesi Selatan, kami mengucapkan selamat datang kepada Bapak Irjen Pol Dr. M. Awal Chairuddin di tanah Bugis-Makassar,” kata Illank.

Ia berharap Kapolda baru membangun kepolisian yang tegas terhadap kejahatan, tetapi tetap manusiawi dalam menghadapi masyarakat.

“Sulawesi Selatan membutuhkan polisi yang tegas menegakkan hukum, tetapi tidak kehilangan rasa keadilan. Masyarakat membutuhkan keamanan sekaligus kepastian bahwa hukum bekerja secara adil,” ujarnya.

Illank juga meminta Polda Sulsel memperkuat komunikasi dengan masyarakat sipil, akademisi, advokat, tokoh agama, pemuda dan berbagai elemen masyarakat.

Menurutnya, karakter sosial Sulawesi Selatan membutuhkan pendekatan penegakan hukum yang memahami nilai lokal tanpa keluar dari koridor hukum.

“Siri’ na pacce tidak boleh menjadi alasan untuk menabrak hukum. Justru nilai itu harus menjadi energi moral untuk menjaga kehormatan dengan cara yang bermartabat dan sesuai hukum,” tegasnya.

Ia berharap Kapolda baru mampu membaca dinamika masyarakat, terutama dalam menangani konflik sosial, sengketa hukum, demonstrasi dan berbagai persoalan yang bersentuhan langsung dengan rasa keadilan publik.

“Dengar sebelum bertindak, pahami sebelum mengambil keputusan, dan tegakkan hukum tanpa kehilangan kemanusiaan,” katanya.

Sebagai Presidium Pusat Alumni ISMAHI, Illank menegaskan pihaknya akan terus mengawal institusi penegak hukum dari perspektif masyarakat sipil.

Sementara LASKAR Sulsel, kata dia, siap menjadi mitra kritis dan konstruktif dalam mengawal penegakan hukum di daerah.

“Jangan hanya mengganti kepala, tetapi perbaiki tubuh institusinya. Jangan hanya membangun citra, tetapi bangun kepercayaan. Trust publik tidak lahir dari slogan, melainkan dari tindakan yang dirasakan langsung oleh rakyat,” tegas Illank.

Ia menutup pernyataannya dengan pesan kepada Kapolda baru.

“Selamat datang Jenderal di Sulawesi Selatan. Kami menyambut dengan doa dan harapan. Jaga Sulsel dengan hukum, lindungi masyarakat dengan keadilan, dan rawat martabat masyarakat Bugis-Makassar dengan pendekatan yang manusiawi,” pungkasnya.(*)