Parah ! 75 Ribu Balita Terjangkit ISPA Akibat Asap Karhutla!

Karhutla

BERANDANEWS – Jakarta, Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti sejumlah provinsi di Indonesia tidak hanya merusak ekosistem, tetapi telah menjadi ancaman nyata bagi keselamatan jiwa jutaan rakyat, terutama anak-anak dan balita.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) melayangkan desakan keras agar negara hadir memberikan perlindungan ekstra terhadap anak-anak korban pencemaran udara akibat kabut asap pekat.

Desakan ini disampaikan menyusul melonjaknya angka penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang kini mendera puluhan ribu balita di berbagai wilayah terdampak.

“Anak-anak tidak bisa melindungi diri mereka sendiri. Tugas kita sebagai orang dewasa dan negara untuk memastikan hak mereka atas udara bersih dan kesehatan terpenuhi,” tegas Ketua Pengurus Pusat IDAI, Dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K), dalam keterangannya, Jumat (23/10/2026).

Dr. Piprim menegaskan bahwa anak-anak dan balita khususnya penderita asma, kelainan jantung, penyakit paru kronis, serta anak dengan disabilitas merupakan kelompok paling rentan terhadap paparan racun asap karhutla.

IDAI mengimbau para orang tua agar mewaspadai tanda kegawatan pada anak dan segera melarikan mereka ke fasilitas kesehatan terdekat jika menemukan gejala seperti:

– Sesak napas berat atau napas cepat.

– Terdapat tarikan dinding dada ke dalam saat bernapas.

– Bibir atau ujung jari tampak membiru.

– Kesadaran anak menurun atau anak tidak mampu lagi minum dan menyusu.

“Dahulukan kelompok rentan dan lakukan evakuasi bila kondisi lingkungan sekitar sudah tidak lagi aman untuk dihirup,” imbau Dr. Piprim.

Kemenkes: 333.470 Warga Terjangkit ISPA, 75.712 Di Antaranya Balita

Data resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI per 21 Oktober 2026 mencatat angka akumulasi kasus ISPA akibat pencemaran asap karhutla telah menembus 333.470 kasus.

Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes RI, Then Suyanti, membeberkan bahwa lonjakan drastis penderita ISPA melanda 68 kabupaten/kota yang tersebar di 7 provinsi terdampak utama.

“Dari total akumulasi 333.470 kasus ISPA, sebanyak 258.298 kasus dialami warga berusia di atas lima tahun. Sementara 75.712 kasus lainnya menyerang anak usia nol hingga lima tahun (balita),” ungkap Then Suyanti.

Guna menekan tingginya angka kesakitan, pemerintah telah mengerahkan belasan ribu tenaga medis ke lapangan, menyiapkan penambahan ketersediaan obat-obatan, serta mendirikan rumah-rumah oksigen gratis di titik-titik krisis kabut asap.(*)