BERANDANEWS — Makassar, Niat menikmati malam akhir pekan bersama kawan-kawan seketika berubah menjadi mimpi buruk bagi Akmal (24). Mahasiswa di Kota Makassar ini harus merenggang nyawa usai diserang secara brutal oleh puluhan anggota geng motor di Jalan Perintis Kemerdekaan Km 19, Biringkanaya, Ahad (4/10/2026) dini hari.
Kejadian memilukan ini bermula saat Akmal dan rekannya sedang berkumpul santai di kawasan Jalan Dg Ramang.
Suasana tenang mendadak pecah ketika kelompok geng motor yang membawa belasan armada mendatangi lokasi sambil mengacungkan senjata tajam jenis parang dan busur.
Tak tinggal diam, kelompok korban mencoba mempertahankan diri hingga terjadi aksi kejar-kejaran. Naas, saat melintas di Km 19 sekitar pukul 03.35 WITA, sepeda motor yang ditumpangi Akmal dan rekannya, Farel, justru mengalami kecelakaan akibat bertabrakan dengan motor kawan sendiri.
Melihat para korban terjatuh dan tak berdaya di aspal, kelompok geng motor tersebut balik arah. Tanpa rasa kemanusiaan, mereka mengepung dan menyerang Akmal serta Farel secara brutal.
Akmal gugur di tempat kejadian dalam kondisi bersimbah darah dengan luka tebasan di bagian punggung serta anak panah busur yang masih tertancap di kepalanya. Sementara Farel kini kritis dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka berat di kepala dan punggung.
20 Pelaku Ditangkap, Mayoritas Masih Anak di Bawah Umur
Pelarian kelompok geng motor berdarah dingin ini tak berlangsung lama. Tim penyidik Polrestabes Makassar bergerak cepat dan berhasil meringkus 20 orang pelaku di wilayah Kabupaten Maros, Senin (5/10/2026) sekitar pukul 03.00 WITA.
Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa sebagian besar dari puluhan pelaku yang diamankan tersebut masih menginjak usia remaja atau di bawah umur.
Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Jafar Ahmad, menegaskan bahwa seluruh pelaku saat ini telah diamankan untuk pemeriksaan mendalam guna menentukan peran masing-masing dalam aksi keji tersebut.
Jasad Akmal kini telah dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk proses otopsi, menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan rekan-rekan kampusnya yang tak menyangka keceriaan malam itu harus berakhir dengan tragedi.(*)





