BERANDANEWS – Parepare, Kerap kali dibuat keliru dan terganggu akibat siklus pemadaman listrik bergilir sejak awal September, warga Kota Parepare dan sekitarnya kini mendapatkan angin segar.
PT PLN (Persero) UP3 Parepare menargetkan sistem pasokan kelistrikan akan kembali pulih total dan pemadaman bergilir dihentikan mulai awal Oktober 2026.
Kabar baik tersebut didasari oleh estimasi teknis pemeliharaan pembangkit utama yang diproyeksikan rampung sepenuhnya pada 30 September 2026.
Manager PLN UP3 Parepare, Muh Akbar, menjelaskan bahwa terganggunya pasokan listrik di wilayah Sulawesi Selatan dalam sebulan terakhir dipicu oleh pemeliharaan berkala pada fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeneponto, serta diperparah oleh fenomena alam berupa penurunan debit air pada Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Bakaru dan PLTA Poso.
“PLN terus bekerja keras menyelesaikan pemeliharaan di sektor pembangkitan. Berdasarkan estimasi teknis terbaru, masuknya kembali sistem dari pembangkit yang dipelihara ditargetkan selesai per 30 September,” ungkap Muh Akbar saat memberikan keterangan di Kantor PLN UP3 Parepare, Senin (28/9/2026).
Menanggapi gelombang keluhan warga serta aksi unjuk rasa terkait durasi pemadaman listrik yang dirasa cukup menyita aktivitas harian, PLN UP3 Parepare telah menyiapkan perombakan skema teknis di lapangan.
Guna mengurangi beban ketidaknyamanan warga, PLN akan memperluas area pemadaman secara bergantian sehingga durasi mati lampu yang sebelumnya mencapai dua jam dapat dipangkas menjadi hanya satu jam per sesi.
“Awalnya pemadaman berlangsung dua jam di dua hingga empat lokasi. Kini skemanya kami ubah dengan memperluas wilayah pemadaman namun durasinga dipangkas menjadi satu jam saja,” papar Akbar.
Pihak PLN berharap seluruh proses pemeliharaan berjalan lancar sesuai estimasi agar pasokan kelistrikan di Parepare dan sekitarnya kembali andal menyambut bulan Oktober.(*)





