Miris! Disdikbud Sulbar Temukan 550 Anak Tidak Sekolah: Terbanyak Ada di Mamuju, Ini Pemicunya

Ilustrasi Anak Putus Sekolah

BERANDANEWS – Mamuju, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Sulawesi Barat mencatat temuan keprihatinan terkait masa depan generasi muda daerah. Sebanyak 550 anak terdata dalam kondisi Anak Tidak Sekolah (ATS) yang tersebar di enam kabupaten di Sulawesi Barat, dengan angka tertinggi berada di Kabupaten Mamuju.

Fenomena tersebut dipaparkan secara langsung oleh Analis Kebijakan Ahli Muda Disdikbud Sulbar, Rosmini, saat menjadi narasumber dalam dialog interaktif di Mamuju, Kamis (17/9/2026) lalu.

Rosmini membeberkan bahwa angka 550 tersebut terbagi ke dalam tiga kelompok rentan: anak yang belum pernah mengecap pendidikan formal, anak yang putus sekolah di tengah jalan, serta anak yang lulus dari suatu jenjang namun tidak melanjutkan ke tingkat berikutnya.

“Anak yang tidak sekolah ini kami kategorikan dalam tiga kelompok, yaitu belum pernah sekolah, putus sekolah, serta lulus namun tidak melanjutkan,” jelas Rosmini.

Berdasarkan pemetaan sebaran data Disdikbud Sulbar:
– Kabupaten Mamuju: 141 anak (tertinggi)
– Kabupaten Polewali Mandar: 119 anak
– Kabupaten Majene: 102 anak
– Kabupaten Mamasa: 92 anak
– Kabupaten Pasangkayu: 69 anak
– Kabupaten Mamuju Tengah: 27 anak

Penelusuran di lapangan menunjukkan bahwa persoalan ini dipicu oleh jeratan masalah yang kompleks. Faktor tekanan ekonomi keluarga, persoalan sosial, keterbatasan sarana transportasi menuju sekolah, hingga maraknya kasus pernikahan usia dini menjadi tembok penghalang anak-anak di Sulbar meraih hak pendidikannya.

Menyikapi temuan ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menyiapkan langkah penanganan komprehensif melalui verifikasi data dan pendampingan khusus.

Disdikbud Sulbar menggalang kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pihak sekolah, relawan edukasi, psikolog, tim penggerak PKK, hingga organisasi Dharma Wanita. Sinergi ini diterjunkan langsung untuk merangkul dan membimbing para anak agar bersedia kembali mengecap pendidikan, baik melalui jalur formal maupun nonformal (kejar paket).(*)