KOBAR Tantang Camat Baru Bontotiro Tuntaskan Skandal Anggaran dan Higienitas ‘Dapur Walet’ MBG

Dapur SPPG MBG di Kecamantan Bontotiro Bulukumba

BERANDANEWS – Bulukumba, Koalisi Bersama Rakyat (KOBAR) memberikan catatan kritis pada hari pertama Hj. Andi Endang Haryani Darwis menjabat sebagai Camat Bontotiro.

KOBAR mendesak agar mantan Sekretaris Dinas Kominfo ini tidak menutup mata terhadap skandal tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini tengah bergulir di ranah hukum.

Laporan resmi KOBAR bernomor 001/LP-TIPIKOR/KOBAR/III/2026 telah mengendap di Kejati Sulsel sejak 4 Maret 2026. Laporan tersebut memuat bukti krusial terkait dugaan penyuapan senilai Rp1.000.000 dari oknum pengelola dapur serta temuan sanitasi yang mengancam kesehatan anak sekolah.

Poin-Poin Desakan KOBAR kepada Camat Baru:

1. Evaluasi Higienitas Fatal: KOBAR mengantongi bukti visual dapur penyedia MBG di Bontotiro yang beroperasi di bawah sarang burung walet dan berdampingan dengan kandang ayam. Meski ada upaya pembersihan mendadak pasca-somasi, KOBAR mendesak audit menyeluruh agar standar kesehatan terpenuhi.

2. Skandal Serapan Dana Pangan: Investigasi KOBAR mengungkap realisasi Dana Ketahanan Pangan dan Pertanian Bulukumba yang hanya mencapai 50 Persen (Rp1,02 miliar dari pagu Rp2,04 miliar). KOBAR menantang Camat baru untuk memverifikasi dampak rendahnya serapan ini terhadap kualitas menu MBG bagi siswa di Bontotiro.

3. Tuntutan Transparansi: Sebagai mantan pejabat Kominfo, Hj. Andi Endang diharapkan mampu membuka data siapa saja vendor pengelola dapur MBG yang selama ini diduga didominasi oleh relasi politik tertentu tanpa standar operasional yang jelas.

“Kami membawa bukti, bukan sekadar opini. Integritas Ibu Camat dipertaruhkan; apakah beliau akan melindungi kepentingan oknum atau menyelamatkan gizi anak-anak Bontotiro. Kami menunggu langkah nyata beliau dalam 3×24 jam,” tegas Ahmad Rifai, perwakilan KOBAR dalam keterangan dirterima pada Selasa (28/4/2026).(*)