BERANDANEWS – Jakarta, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mencopot Direktur Jenderal Anggaran Luky Alfirman setelah muncul dugaan kebobolan sistem yang meloloskan anggaran pengadaan motor listrik dalam jumlah besar.
Pengadaan tersebut terkait program Badan Gizi Nasional (BGN) dalam pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan total mencapai sekitar 25 ribu unit motor listrik.
Menurut Purbaya, usulan anggaran tersebut sebenarnya telah ditolak. Namun, anggaran tetap lolos akibat celah pada sistem di Direktorat Jenderal Anggaran.
“Itu software dari Ditjen Anggaran, sedang diperbaiki sehingga enggak kebobolan,” kata Purbaya saat konferensi pers APBN KiTa edisi Maret 2026 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, dikutip Kamis (7/5/2026) lalu.
Data yang beredar menunjukkan realisasi pengadaan sudah mencapai sekitar 21.801 unit, mendekati target awal.
Purbaya memastikan sistem penganggaran kini tengah diperbaiki untuk mencegah kejadian serupa. Pengawasan terhadap belanja negara juga akan diperketat, terutama pada program strategis pemerintah.
Pencopotan Luky sendiri diketahui telah dilakukan lebih dulu pada April 2026, sebelum isu ini ramai menjadi sorotan publik.
Kasus ini menambah daftar perhatian terhadap tata kelola anggaran negara, khususnya dalam penggunaan sistem digital yang dinilai masih memiliki celah.(*)
Disisi lain Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan pihaknya sudah melakukan pengadaan sebanyak 21.801 unit motor listrik dari target awal 25.644 unit.
Dadan mengatakan pengadaan motor listrik itu sudah dirancang dalam anggaran 2025 untuk mendukung operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Nantinya motor listrik tersebut akan digunakan untuk menunjang mobilitas Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Pengadaan motor listrik ini sudah direncanakan dalam anggaran tahun 2025 sebagai bagian dari dukungan operasional Program MBG, khususnya untuk menunjang mobilitas Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi,” kata Dadan.(*)






