Golkar Tembus Tiga Besar Survei Poltracking! IAS Bongkar Resep Bahlil Gaet Hati Gen Z dan Milenial

IAS dan Bahlil (dok)

BERANDANEWS — Makassar, Raihan elektabilitas Partai Golkar sebesar 10,4 persen dalam rilis survei nasional Poltracking Indonesia periode Agustus 2026 mendapat sambutan positif dari jajaran pengurus di daerah.

Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), menilai pencapaian konsisten di posisi tiga besar ini merupakan buah manis dari kombinasi komunikasi politik yang inklusif serta solidnya konsolidasi organisasi.

Berdasarkan hasil survei Poltracking yang dirilis pada Rabu (23/9/2026), Golkar menempati urutan ketiga dari simulasi 18 partai politik berada di bawah Partai Gerindra (23,2 persen) dan PDI Perjuangan (11,6 persen). Survei yang melibatkan 1.220 responden di 38 provinsi ini mencatat grafik dukungan Golkar bergerak dinamis dari 9,5 persen pada Oktober 2025 hingga menembus 10,4 persen di pertengahan Agustus 2026.

IAS menilai pergerakan angka elektoral tersebut menunjukkan kemampuan Golkar beradaptasi dengan pergeseran demografi pemilih nasional, khususnya kelompok pemilih muda dari Generasi Z dan Milenial.

Menurut mantan Wali Kota Makassar dua periode ini, gaya kepemimpinan Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, yang luwes dan merakyat menjadi kunci pemecah kekakuan birokrasi politik yang selama ini diidentikkan dengan Golkar.

“Gaya Pak Ketum Bahlil yang lugas, fleksibel, dan merakyat ini sangat efektif mencairkan kesan formalis. Pendekatan beliau yang santai namun menukik pada persoalan riil membuat komunikasi politik Golkar jauh lebih kontekstual dan mudah diterima oleh Gen Z serta Milenial yang cenderung rasional,” ujar IAS, Rabu (23/9/2026).

Meski demikian, IAS menekankan bahwa popularitas dan karakter kepemimpinan di tingkat pusat harus diimbangi oleh kesiapan mesin partai hingga tingkat terdepan.

“Kekuatan utama Golkar ada pada struktur organisasi yang mengakar solid dari pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga tingkat desa dan kelurahan. Ketika pendekatan kepemimpinan Pak Bahlil dipadukan dengan konsolidasi mesin partai dan jaringan caleg di daerah, kita tidak hanya merangkul pemilih muda, tetapi juga merawat basis pemilih tradisional seperti Generasi X dan Baby Boomers,” tegasnya.

Mengutip rilis resmi Poltracking Indonesia, dinamika preferensi publik masih sangat cair dan berpotensi berubah bergantung pada respons partai politik terhadap isu-isu kebangsaan.

Atas dasar itu, IAS optimistis penguatan komunikasi yang menyentuh akar rumput serta pembenahan struktur partai di daerah akan terus menjadi tumpuan utama Golkar dalam menghadapi agenda politik mendatang.(*)