BERANDANEWS – Palopo, Unit Reskrim Polsek Wara meringkus dua pelaku pengeroyokan di Pelabuhan Tanjung Ringgit Palopo, beberapa waktu lalu. Operasi tersebut dipimpin Panit Reskrim Polsek Wara, Ipda A Akbar.
Kedua orang itu masing -masing berinisial GE, 17 tahun dan PI, 18 tahun. Keduanya ialah warga Cakalang Baru, Kelurahan Ponjalae, Kecamatan Wara Timur, Kota Palopo.
Ipda Akbar menjelaskan, motif kedua orang tersebut mengeroyok, MF, 17 tahun warga Kelurahan Balandai, Kecamatan Wara Utara, Kota Palopo didasari dendam. Mereka cemburu lantaran seorang gadis yang disuka salah satu pelaku lebih memilih korban daripada pelaku.
“Lantaran hal itu, pelaku yang mengetahui korban berada di Pelabuhan Tanjung Ringgit lalu memanggil teman-temannya. Mereka lalu menganiaya korban dengan menggunakan balok, helm dan kepalan tangan,” jelas perwira satu balok itu.
Akbar mengatakan saat itu korban sedang duduk di atas motor di pinggir jalan Pelabuhan Tanjung Ringgit. Tiba-tiba pelaku bersama teman-temannya menghampiri korban.
“Mereka lalu melakukan pengoroyakan terhadap MF dengan menggunakan helm, balok kayu dan ada juga yang menggunakan kepalan tangan dan kaki (menendang). Akibatnya korban mengalami luka bengkak belakang telinga sebelah kiri, luka gores pelipis kiri, luka memar pada mata kiri,” jelas Akbar.
Saat diinterogasi, keduanya mengakui perbuatannya melakukan penganiayaan terhadap korban. “Para pelaku kami sangkakan pasal 170 KUHP bahwa setiap pelaku yang melakukan perbuatan tindak pidana pengeroyokan secara terang-terangan diancam pidana penjara paling lama 5 tahun 6 bulan,” jelasnya.
Kecemburuan adalah sifat manusia yang mendasar yang sering dilihat sebagai karakteristik paling merusak dalam perilaku manusia. Hal ini sering terlihat pada pria dan wanita.
Kecemburuan adalah suatu emosi yang kuat bahwa itu adalah salah satu penyebab utama terjadinya tindakan kriminalitas, bahkan hingga sampai melakukan pembunuhan di dunia.
Peran menarik dari kecemburuan di dunia tarik-menarik adalah bahwa ketika diamati oleh lawan jenis, itu adalah merusak dan benar-benar ‘menarik’ sebagai kualitas menggoda. Jadi, mengapa kita harus cemburu dan siapa yang terkuat di kecemburuan, laki-laki atau perempuan?
Studi menunjukkan bahwa laki-laki bawaan seksual jauh lebih cemburu daripada wanita. Bukti luasnya, kecemburuan pria dapat dilihat dalam budaya, baik dulu dan sekarang. Pria selalu dikenal untuk mencoba dan mengontrol perilaku seksual perempuan, baik melalui undang-undang, adat istiadat, kekerasan fisik, atau cara lain.
Pengamat Kepolisian Indonesia, Bambang Widodo Umar berpendapat, hubungan asmara seseorang kerap membuat orang itu akan lupa dan hilang akal sehat. Bahkan, tak sedikit juga ada kasus pembunuhan berawal dari masalah percintaan.
Beberapa kejadian juga berlatarbelakang pada kasus asmara. Baik itu hubungan antara lelaki dan wanita, maupun hubungan sesama jenis. Menurut Bambang, secara psikologis orang yang memiliki hubungan asmara, memiliki tingkat kecemburuan tinggi. Bahkan, beberapa sampai harus rela melakukan tindak pidana untuk menghabisi nyawa kekasihnya.(*)