Berukuran Nano, Peneliti berhasil Ciptakan Memory terkecil di Dunia

76

Kabar terbaru terkait media penyimpanan atau Memory card dikabarkan akan diciptakan oleh para peneliti University of Texas. Para peneliti membuat unit memori terkecil di dunia. Bahkan mereka menemukan bahwa dinamika fisika berperan penting dalam kemampuan penyimpanan memori padat untuk perangkat mungil ini.

Sebelumnya para peneliti membuat perangkat penyimpanan memori tertipis. Namun kali ini para peneliti akan mengurangi ukuran memori secara drastis dengan cara menyusutkan luas penampang menjadi satu nanometer persegi saja. Prinsip fisika yang mengemas kemampuan penyimpanan memori padat ke dalam perangkat ini memungkinkan kemampuan untuk membuatnya jauh lebih kecil. Lubang pada material menjadi kunci yang membuka kemampuan penyimpanan memori kepadatan tinggi.

Profesor di Department of Electrical and Computer Engineering, Deji Akinwande mengatakan, “Ketika satu atom logam tambahan masuk ke dalam lubang berskala nano itu dan mengisinya, ia memberikan sebagian konduktivitasnya ke dalam material, dan ini mengarah pada perubahan atau efek memori, seperti dikutip dari Eurekalert.

Selain itu, penelitian ini melibatkan penggunaan material molibdenum disulfida – juga dikenal sebagai MoS2 – sebagai bahan nano utama. Namun, para peneliti meyakini bahwa temuan ini juga dapat diterapkan pada ratusan bahan atom tipis lainnya. Membuat chip dan komponen yang lebih kecil juga berdampak pada performa dan kenyamanan. Dengan prosesor lebih kecil, komputer dan telepon dapat dibuat menjadi lebih ringkat (compact). Selain itu, mengecilkan ukuran chip juga mengurangi kebutuhan energi dan meningkatkan kapasitas. Itu berarti perangkat akan menjadi lebih cepat dan lebih pintar, tetapi membutuhkan lebih sedikit daya untuk beroperasi.

Sementara itu, Program manajer Kantor Riset Angkatan Darat AS, Pani Varanasi, yang mendanai penelitian mengatakan, hasil yang diperoleh dalam penelitian ini membuka jalan untuk mengembangkan aplikasi generasi masa depan yang menarik bagi Departemen Pertahanan, seperti penyimpanan ultrapadat, sistem komputasi neuromorfik, sistem komunikasi frekuensi radio dan banyak lagi. (*)