BERANDANEWS – Mamuju, Perbuatan sangat bejat dan tak berperikemanusiaan kembali mencoreng rasa kemanusiaan di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Seorang remaja perempuan menjadi korban pemerkosaan berulang kali yang dilakukan oleh ayah tirinya sendiri berinisial R (40) hingga kini dilaporkan mengandung (hamil).
Pelaku memanfaatkan kelengahan rumah saat istri atau ibu kandung korban tengah bekerja membanting tulang mencari nafkah di luar rumah sebagai penjual ikan.
Kasi Humas Polresta Mamuju, Iptu Herman Basir, membenarkan bahwa terduga pelaku telah diringkus oleh jajaran Satreskrim Polresta Mamuju untuk mempertanggungjawabkan perbuatan bejatnya di hadapan hukum.
“Terduga pelaku sudah berhasil kami amankan dan saat ini tengah menjalani pemeriksaan intensif,” ujar Iptu Herman Basir kepada wartawan, Ahad (1/11/2026).
Beraksi Saat Rumah Sepi, Ditangkap Bersama Barang Bukti Sabu
Aksi keji pelaku terkuak berlangsung di kediaman mereka di kawasan Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, yang diduga telah terjadi secara berulang sejak awal tahun 2026.
Kasus ini resmi dilaporkan oleh pihak keluarga korban ke Mapolresta Mamuju pada Jumat (29/10/2026) setelah fakta memilukan tersebut terungkap.
Menerima laporan darurat tersebut, personel kepolisian bergerak cepat mencokok R di kediamannya. Tak hanya memproses kasus kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur, saat digeledah, petugas juga mendapati barang bukti narkotika jenis sabu yang diduga kuat kerap dikonsumsi oleh pelaku.
“Pelaku kami tangkap di lokasi dan turut ditemukan barang bukti berupa narkoba jenis sabu,” jelas Herman.
Kecurigaan Kakak Korban: Mual-Muntah Hingga Hasil Testpack Positif
Terbongkarnya kasus ini berawal dari kecurigaan pihak keluarga yang memperhatikan kondisi fisik korban yang sering mengalami mual dan muntah-muntah layaknya orang hamil.
Kakak korban yang merasa ada hal yang tidak wajar lantas berinisiatif membeli alat tes kehamilan (testpack). Betapa terkejutnya sang kakak saat mendapati hasil tes menunjukkan tanda positif hamil.
Di bawah desakan dan pelukan hangat keluarga yang mendukungnya, korban akhirnya memberanikan diri buka suara dan mengakui bahwa dirinya menjadi korban pemerkosaan berantai oleh ayah tirinya sendiri setiap kali sang ibu pergi berjualan ikan.
“Keluarga curiga korban sering mual. Setelah dilakukan cek mandiri oleh kakaknya menggunakan tes kehamilan, hasilnya positif. Di situlah korban akhirnya bercerita,” beber Herman.
Saat ini, Polresta Mamuju terus mendalami penyidikan guna merampungkan kronologi detail, modus operandi, serta mengusut asal-usul barang haram sabu yang dikuasai pelaku. Pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memberikan pendampingan psikologis mendalam bagi korban.(*)





