BERANDANEWS — Makassar, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) mencatatkan ketegasan dalam menjaga pintu masuk wilayah dari peredaran barang-barang ilegal.
Hingga Agustus 2026, petugas berhasil mengamankan dan menyita sebanyak 4.446 liter Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) atau miras impor ilegal berbagai merek ternama.
Seluruh barang sitaan tersebut dipastikan masuk ke wilayah Indonesia secara gelap tanpa mengantongi dokumen kepabeanan dan cukai yang sah.
Kepala Kanwil DJBC Sulbagsel, Martha Octavia, menegaskan bahwa penindakan maraton ini dilakukan untuk melindungi keselamatan masyarakat serta mengamankan penerimaan negara dari kebocoran anggaran.
“Setiap pasokan ada yang resmi dan ada yang ilegal. Minuman beralkohol impor tanpa dokumen resmi ini jelas merugikan negara serta melanggar regulasi, sehingga langsung ditindak dan disita oleh anggota di lapangan,” tegas Martha Octavia, dikutip pada Jumat (25/9/2026).
Martha membeberkan, modus operandi para pelaku dalam memasukkan MMEA impor ilegal ini sangat beragam. Mulai dari sengaja menghindari pos pemeriksaan kepabeanan, menggunakan pita cukai palsu, hingga membawa muatan melebihi batas ketentuan penumpang resmi.
Berdasarkan data penindakan, jumlah Barang Hasil Penindakan (BHP) MMEA hingga Agustus 2026 ini mencapai 4.446 liter dengan estimasi nilai barang sebesar Rp1,63 miliar. Penindakan tersebut berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara mencapai Rp530 juta.
Angka sitaan ini tercatat mengalami penurunan sebesar 26 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025 lalu, yang mana saat itu Bea Cukai mengamankan 6.005 liter MMEA senilai Rp2,78 miliar dengan potensi kerugian negara mencapai Rp890 juta.
Menurut Martha, penurunan tren temuan barang ilegal di lapangan menjadi sinyalemen positif atas makin ketatnya pengawasan di pintu masuk utama wilayah Sulawesi Bagian Selatan.
“Penurunan angka penindakan ini mengindikasikan pergeseran pola peredaran sekaligus keberhasilan dari optimalisasi upaya pencegahan dini yang makin ketat di pintu-pintu masuk utama wilayah Sulbagsel,” terangnya.(*)





